Cabut Penetapan Tersangka pada Nurhayati, Mahfud MD Gerakkan Jargon 'Jangan Takut Lapor Korupsi'

Mahfud MD, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepolisian dan Kejaksaan untuk tidak melanjutkan status tersangka Nurhayati.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD berpose usai wawancara khusus dengan Tribunnews.com di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Selasa (19/11/2019). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Kasus bendahara desa di Cirebon, Jawa Barat, Nurhayati yang dijadikan tersangka usai membongkar kasus dugaan korupsi di lingkungan pemerintahan desanya, telah menemui titik terang.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan ( Menko Polhukam), Mahfud MD, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepolisian dan Kejaksaan untuk tidak melanjutkan status tersangka Nurhayati.

"Tekait dengan dijadikannya Nurhayati sebagai ikut tersangka (TSK) setelah melaporkan korupsi atasannya (Kades), maka diinfokan bahwa yang bersangkutan tak perlu lagi datang ke Kementerian Polhukam."

"Kementerian Polhukam telah berkoordinasi dengan Kepolisian dan Kejaksaan, insyaallah status tersangka tidak dilanjutkan, tinggal formula yuridisnya," tulis Mahfud MD di media sosial Twitter-nya, Minggu (27/2/2022) pagi.

Sementara, terkait dengan kasus dugaan korupsi yang dilakukan oleh Kepala Desa Citemu, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Supriadi, perkara akan tetap dilanjutkan.

Dalam unggahan selanjutnya, Mahfud berharap kepada masyarakat untuk tidak merasa takut dan khawatir untuk membongkar kasus-kasus korupsi lainnya.

Harapan ini disampaikan Mahfud, berkaca dari kasus yang terjadi pada Nurhayati ini.

"Sangkaan korupsi kepada kadesnya tentu dilanjutkan."

"Ini kan soal Nurhayati melapor lalu diduga ikut menikmati atau diduga pernah membiarkan karena lapornya lambat atau karena dugaan lain."

"Kita tunggu saja formulanya dari kejaksaan dan kepolisian."

"Pokoknya, ayo, jangan takut melaporkan korupsi," lanjut Mahfud.

Minta Masyarakat Beri Perhatian untuk Kasus Nurhayati

Terkait kabar tersebut, Anggota Komisi III DPR, Arsul Sani, sebelumnya meminta kepada masyarakat untuk turut memberikan atensi kepada kasus Nurhayati.

Menurut Arsul, apabila kasus ini tidak diberi perhatian khusus, dikhawatirkan masyarakat merasa takut sehingga enggan melaporkan kasus-kasus korupsi ke aparat penegak hukum.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved