IPB University

Pembangunan Kian Marak, Profesor IPB University Perkirakan Tahun 2025 Luas Hutan Berkurang 20 Persen

Seiring dengan perkembangan penduduk dan tuntutan pembangunan, luasan hutan tersebut semakin berkurang.

Editor: Tsaniyah Faidah
Dokumentasi Humas IPB University
Prof Muhammad Buce Saleh, Guru Besar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University mengungkapkan penurunan tutupan hutan Indonesia sepanjang tahun 1990-2020. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Hutan menjadi kunci dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Namun dalam praktik pengelolaannya tidak lepas dari banyak permasalahan, termasuk sektor ke hutanan di Indonesia.

Keberadaan Sumberdaya Hutan ( SDH) di Indonesia meliputi areal yang sangat luas.

Seiring dengan perkembangan penduduk dan tuntutan pembangunan, luasan hutan tersebut semakin berkurang.

Guru Besar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University, Prof Muhammad Buce Saleh mengungkapkan penurunan tutupan hutan Indonesia sepanjang tahun 1990-2020.

“Di Pulau Sumatera, terjadi penurunan sebesar 18 persen, Pulau Jawa sebesar 9 persen, Pulau Kalimantan sebesar 20 persen, Pulau Sulawesi sebesar 14 persen, Pulau Maluku sebesar 10 persen, Pulau Bali Nusa sebesar 17 persen dan Pulau Papua sebesar 7 persen,” jelasnya.

Ia menambahkan, perencanaan skenario pemanfaatan SDH Indonesia dalam perspektif waktu 2005-2025, telah memperkirakan luas tutupan hutan akan berkurang 20 persen pada tahun 2025.

Tren tersebut terkonfirmasi dari data penurunan tutupan hutan periode 1990-2020 sekitar 19 persen.

Berdasarkan uraian tersebut maka keadaan SDH Indonesia dalam periode 20 tahun ke depan (2005-2025) akan berada dalam tiga skenario.

“Yakni, Skenario Pesimis, Skenario Moderat dan Skenario Optimis. Skenario Pesimis dimana kondisi luas kawasan hutan akan berkurang sebesar 20 persen dan konflik masih tetap berlangsung. Skenario Moderat dengan kondisi luas kawasan hutan akan berkurang sebesar 20 persen, namun konflik dapat diselesaikan. Sehingga luas tutupan hutan kemungkinan akan lebih besar dari luas kawasan hutan,” terangnya.

Sementara Skenario Optimis, imbuhnya, dimana kondisi luas kawasan hutan dapat dipertahankan dan konflik dapat diselesaikan. S

kenario optimis merupakan kondisi yang sangat ideal. Ini mungkin terjadi bila kita mencegah pertambahan penduduk serta pertumbuhan ekonomi sudah tidak tergantung lagi kepada SDH.

“Hasil analisis terhadap semua skenario masa depan SDH Indonesia dan semua alternatif arahan pemanfaatannya menunjukkan bahwa skenario yang paling mungkin dilakukan adalah Skenario Moderat. Arah pemanfaatan SDH lebih diutamakan untuk usaha skala kecil baik di hutan alam maupun hutan tanaman. Sedangkan usaha skala besar yang ada sekarang didorong agar mempunyai kinerja baik,” tuturnya.

Menurutnya, skenario dan arahan pemanfaatan SDH Indonesia di atas hanya gambaran kecil dari penerapan perencanaan spasial.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved