Kementan Undang Petani Milenial Ikuti Scale Up Usaha dengan Program Hibah Kompetitif

Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan hibah kompetitif untuk para petani milenial 2022.

Penulis: Reynaldi Andrian Pamungkas | Editor: Yudistira Wanne
TribunnewsBogor.com/Reynaldi Andrian Pamungkas
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian (Kementan), Dedi Nursyamsi dalam launching buku di Ballroom Bigland Hotel Int'l & Convention Hall Bogor, Jumat (21/1/2022) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Reynaldi Andrian Pamungkas

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan hibah kompetitif untuk para petani milenial 2022.

Hibah kompetitif itu termasuk dalam program yang digulirkan Kementan.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo menegaskan, pemerintah berkomitmen terus memfasilitasi generasi milenial agar terjun menjadi petani serta wirausaha pertanian, serta meyakinkan bahwa pertanian itu menjanjikan. 

Mentan, Syahrul Yasin Limpo menambahkan, pihaknya berusaha mengubah pola pikir generasi muda bahwa pertanian itu keren, hebat dan satu-satunya sektor yang menjanjikan terlebih di tengah pandemik saat ini. 

"Kita fasilitasi mereka, kita tingkatkan pengetahuan dan kemampuan mereka melalui pelatihan, kita manfaatkan teknologi, alsintan, jejaring hingga jejaring pemasaran," kata Mentan Syahrul.

Di sisi lain, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi menegaskan bahwa pertanian harus didukung kalangan milenial sebagai generasi muda. 

“Mendukung upaya pemerintah melakukan regenerasi petani sekaligus melahirkan pengusaha muda pertanian yang berdampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat pertanian Indonesia,” tegasnya.

Saat ini, Kementan memfasilitasi bantuan modal melalui kegiatan Hibah Kompetitif bagi wirausaha muda pertanian yang belum mendapatkan akses perbankan untuk mengembangkan serta mengelola usahanya.

Hibah Kompetitif ini merupakan bagian dari Youth Entrepreneur and Employment Support Services (YESS) yang merupakan program kerjasama antara Kementan melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) dengan International Fund for Agricultural Development (IFAD).

"Hibah Kompetitif bertujuan menciptakan kesempatan bagi pemuda khususnya di wilayah perdesaan untuk mengembangkan ekonomi mereka melalui kewirausahaan atau pengembangan usaha di bidang pertanian," kata Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Idha Widi Arsanti saat acara Sosialisasi Hibah Kompetitif dan Young Ambassadors Program YESS melalui Zoom Meeting, Sabtu (5/3/2022). 

Idha Widi Arsanti mengatakan, kegiatan yang diinisiasi oleh Program YESS antara lain adalah Hibah Kompetitif yang bertujuan menggerakkan pemuda tani untuk membangun usaha pertanian dan perekonomian di pedesaan. 

Hibah Kompetitif ini sudah dulakukan pada tahun 2021 dan kemudian akan secara rutin digelar sampai dengan tahun 2024. 

"Kami mengundang kepada para petani milenial yang utamanya ada di 15 Kabupaten Provinsi YESS, untuk bisa mengikutinya, jadi jangan disia-siakan ya karena ini adalah untuk kalian untuk mengikuti program hibah kompetitif di samping juga nanti bisa mengikuti kegiatan-kegiatan lain yang ada di dalam program YESS ini," ujarnya. 

Menurutnya, ada beberapa macam produk yang sudah diberikan pada penerima hibah kompetitif di tahun 2021. 

Di Jawa Barat pada 2021 Hibah Kompetitif diberikan kepada 57 penerima dengan nilai Rp 1,5 miliar. 

Kemudian Jawa Timur kepada 84 penerima sekitar Rp 4 miliar, Sulawesi Selatan 160 penerima dengan Rp 3 miliar, dan Kalimantan Selatan 65 penerima dengan Rp 3 miliar. 

"Para petani milenial ini harus mempersiapkan diri karena salah satu persyaratan dari penerima Hibah Kompetitif adalah mereka sudah memiliki usaha baik kategori pemula dan sebagainya, ketika sudah mempersiapkan diri bisa mengajukan dan ketika tidak bisa buka tahun ini bisa melanjutkan buka tahun depan yang penting jangan sampai terlewatkan," katanya.

Pendaftaran Hibah Kompetitif ini dibuka 24 Februari sampai 18 Maret 2022, kemudian proses seleksi pada 18 Maret sampai 1 April 2022 dan kemudian awal April 2022 akan ditetapkan penerima manfaatnya yang akan diikuti dengan proses pencairan di masing-masing provinsi. 

"Proses pencairan untuk tahap pertama yaitu 70 persenkemudian setelah itu kita lihat bagaimana progres usahanya kemudian ada laporan keuangan dan evaluasi tahun berjalan, kemudian tahap kedua pencairan 30 persen ini tentu saja diharapkan rekan-rekan harus membuat laporan keuangan yang mau tidak mau karena makin besar besar kita semakin maju usaha kita maka kita harus merapihkan administrasi dan dokumentasi," katanya.

Calon penerima manfaat Hibah Kompetiitif ini akan mendapatkan dana tunai maksimal Rp 10 juta untuk kategori pemula dengan lama usaha 3 sampai 6 bulan, Rp 25 juta untuk kategori lama usaha 6 sampai 12 bulan, dan Rp 50 juta kategori maju lama usaha 12 bulan sampai 24 bulan. 

Kemudian ada syarat omzet, dimana untuk pemula tidak ada, untuk berkembang Rp 48 sampai Rp 84 juta, kemudian maju di atas Rp 84 juta. 

Syaratnya lainnya, lunas daru KUR atau platfon sejenis, maksimal 25 juta ini terutama untuk kian maju karena sudah bisa mengakses sumber-sumber permodalan lainnya. 

Calon penerima harus terdaftar di sistem informasi dari program YESS, pernah ikut pelatihan di program YESS, tidak status sebagai pelajar atau mahasiswa, atau ASN. 

Kemudian memiliki legalitas usaha NIB dan surat keterangan usaha, menyusun dan mengajukan usulan usaha sesuai dengan format yang tersedia, memiliki akun sosial media yang aktif, informasi ini diperoleh di Instagram Twitter Facebook.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved