Sedihnya Sopir Truk Dipalak Preman yang Pakai Kaos Polisi, Uang Rp 50 Ribu Melayang

Seorang sopir truk di Kota Cirebon menjadi korban pemalakan yang dilakukan oleh preman.

Editor: Yudistira Wanne
Sumber Media Sosial
Ilustrasi pemalakan - Aksi pemalakan sejumlah pemuda terhadap sopir di Tanah Abang, Jakarta, terekam video warga yang melintas. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Seorang sopir truk di Kota Cirebon menjadi korban pemalakan yang dilakukan oleh preman.

Dalam menjalankan aksinya, seorang preman menggunakan kaos berlambang polisi dan meminta uang secara paksa ke sopir truk.

Aksi premanisme itu pun viral di media sosial.

Dalam video berdurasi 20 menit tersebut, preman tersebut meminta uang Rp 50 ribu kepada sopir truk yang sedang melakukan aktivitas di pusat perbelanjaan Kota Cirebon.

Aksinya ini dilakukan pada Sabtu (5/3/2022) siang.

Baca juga: Minta Uang Rokok, Preman Kampung Garang saat Malak Sopir Truk, Langsung Ciut Pas Diringkus Polisi

Beruntung, aksi tersebut berhasil direkam oleh rekan sopir dari bagian atas yang memperlihatkan secara jelas aksi pemerasan tersebut.

Video tersebut diunggah dan kemudian viral di media sosial.

Waka Polres Cirebon Kota Kompol Ahmad Troy menerangkan, setelah mendapat laporan tersebut, petugas langsung bergerak cepat.

Hanya dalam hitungan jam, polisi langsung mengamankan preman tersebut.

"Yang bersangkutan ANS, aksi premanisme di Kelurahan Pekalipan, berupa pemerasan kepada sopir mobil truk. ANS memberikan kuitansi dan menarik uang 50 ribu dengan alasan keamanan," kata Troy kepada sejumlah pekerja media saat gelar perkara, Senin (7/3/2022).

Video aksi ANS tersebut viral di beberapa akun media sosial.

Baca juga: Santainya Sopir Truk Usai Kecelakaan Maut Tewaskan 5 Orang, Tak Terluka dan Merokok di Kantor Polisi

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan sejumlah nota kuitansi yang bertulisan uang keamanan dengan nilai rupiah yang berbeda-beda.

Polisi juga mendapatkan beberapa stempel yang dibuat tersangka. ANS mengaku sudah melakukan aksi premanisme dengan menarik uang selama delapan bulan terakhir.

Troy menegaskan, aksi ANS sangat meresahkan warga. Banyak warga yang mengeluhkan peristiwa tersebut, namun baru kali ini warga melakukan pelaporan secara resmi.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved