Sebut Alasan MA Kurangi Hukuman Edhy Prabowo Absurd, ICW: Kalau Bekerja Baik Tak Ditangkap KPK

Sebab, menurut peneliti ICW Kurnia Ramadhana, jika Edhy Prabowo berbuat baik, maka tidak bakal ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Editor: Vivi Febrianti
Tribunnews.com/ Rizki Sandi Saputra
Eks Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo saat ditemui awak media disela-sela persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (16/6/2021). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Indonesia Corruption Watch ( ICW) menilai alasan Mahkamah Agung (MA) mengembalikan hukuman Edhy Prabowo menjadi lima tahun karena bekerja baik saat menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan, absurd.

Sebab, menurut peneliti ICW  Kurnia Ramadhana, jika Edhy Prabowo berbuat baik, maka tidak bakal ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK).

" ICW melihat hal meringankan yang dijadikan alasan Mahkamah Agung untuk mengurangi hukuman Edhy Prabowo benar-benar absurd."

"Sebab, jika ia sudah baik bekerja dan telah memberi harapan kepada masyarakat, tentu Edhy tidak diproses hukum oleh KPK," kata Kurnia, Rabu (9/3/2022).

Kurnia mengingatkan, Edhy adalah seorang pelaku tindak pidana korupsi.

Edhy memanfaatkan jabatannya untuk meraup keuntungan secara melawan hukum.

Baca juga: Edhy Prabowo Dapat Diskon Penjara 4 Tahun, Mahkamah Agung : Dia Bekerja Baik Saat Jadi Menteri

Maka dari itu, kata Kurnia, dia ditangkap dan divonis dengan sejumlah pemidanaan, mulai dari penjara, denda, uang pengganti, dan pencabutan hak politik.

"Lagi pun, majelis hakim seolah mengabaikan ketentuan pasal 52 KUHP yang menegaskan pemberatan pidana bagi seorang pejabat tatkala melakukan perbuatan pidana memakai kekuasaan, kesempatan atau sarana yang diberikan kepadanya."

"Regulasi itu secara spesifik menyebutkan penambahan hukuman sepertiga, bukan justru dikurangi," tegas Kurnia.

 Kurnia juga bingung dengan pertimbangan majelis kasasi yang menyebut Edhy telah memberi harapan kepada masyarakat.

"Sedangkan pada waktu yang sama, Edhy melakukan praktik korupsi di tengah kesengsaraan masyarakat akibat pandemi Covid-19?" Ucapnya.

Hukuman lima tahun tersebut, ujar Kurnia, kemudian menjadi sangat janggal.

Sebab, hanya enam bulan lebih berat jika dibandingkan dengan staf pribadi Edhy, Amiril Mukminin.

Baca juga: Edhy Prabowo Sedih Divonis 5 Tahun Penjara, Kini Pikir-pikir Tentukan Langkah Selanjutnya

Terlebih, dengan kejahatan korupsi yang Edhy lakukan, mantan politikus Partai Gerindra itu juga melanggar sumpah jabatannya sendiri.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved