Niat Cuci Tangan di Sumur, Warga Jogja Tersentak Lihat Tas hingga Surat Wasiat, Isinya Mengejutkan

Bergegas ke lokasi sumur usai mendapat laporan dari Legiyo, petugas kepolisian Polres Kulon Progo mengamati TKP.

Penulis: khairunnisa | Editor: Soewidia Henaldi
DOKUMENTASI POLRES KP
Proses evakuasi dari dalam sumur, jasad Tuminem (56) warga Pedukuhan Gunung Kukusan, Kalurahan Kalirejo, Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sumur berada di kebun kosong yang berada di lereng bukit, tidak jauh dari rumah tinggal korban. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Siang hari di daerah Pedukuhan Gunung Kukusan, Kabupaten Kulon Progo, Legiyo tengah melintasi kebun di dekat rumahnya.

Hendak mencari kayu bakar, perjalanan pria usia 32 tahun itu terhenti di sebuah sumur tua.

Legiyo tampaknya ingin membersihkan tubuhnya yang terkena kotoran saat menuju lereng bukit.

Sibuk mencuci tangannya di sumur tersebut, Legiyo tersentak saat melihat ke arah semak-semak.

Warga Kalurahan Hargorejo, DI Yogyakarta itu pun sontak lari tunggang-langgang meninggalkan sumur tua.

Legiyo buru-buru melaporkan penemuannya kepada pihak kepolisian.

Bukan tanpa alasan Legiyo ketakutan sembari lari, sebab yang ditemukannya adalah sesosok jasad wanita.

Pertama kali ditemukan Legiyo, mayat wanita itu sudah tinggal kerangkanya saja.

Baca juga: Dianggap Aib karena Sering Pergi dengan Pria, Janda Tewas Dihabisi Kakak, Jasadnya Dibuang ke Rawa

Ditemukan Tas hingga Surat Wasiat

Bergegas ke lokasi sumur usai mendapat laporan dari Legiyo, petugas kepolisian Polres Kulon Progo mengamati TKP.

Belakangan diketahui identitas jasad wanita yang ditemukan Legiyo.

Wanita malang itu ternyata bernama Tuminem.

Hal itu diketahui dari kartu identitas dan barang yang ditemukan dari tubuh Tuminem.

Pada jasad korban, polisi menemukan ponsel di saku pakaian Tuminem, serta tas dan sepatu.

Selain itu, polisi juga mengamankan sebuah tas berisi batu seberat 10 kilogram.

Penemuan jenazah tinggal kerangka di sebuah sumur dalam kebun lebat di Pedukuhan Gunung Kukusan, Kalurahan Hargoreji, Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Penemuan jenazah tinggal kerangka di sebuah sumur dalam kebun lebat di Pedukuhan Gunung Kukusan, Kalurahan Hargoreji, Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. (KOMPAS.COM/DANI JULIUS)

Kasi Humas Polres Kulon Progo Iptu I Nengah Jeffry Prana Widyana mengungkapkan, jenazah Tuminem ditemukan dalam kondisi tubuh terikat dengan tas berisi batu seberat 10 kilogram.

“Ditemukan adanya tas yang diikatkan pada tubuh mayat yang berisi batu diameter 25 sentimeter dengan berat kira-kira 10 kilogram,” ujar Iptu I Nengah Jeffry Prana Widyana dilansir TribunnewsBogor.com dari Kompas.com, Sabtu (12/3/2022).

Bukan cuma tas, petugas juga menemukan surat wasiat.

Baca juga: Pagi-pagi Hendak Belanja ke Warung, Warga Bandung Syok Temukan Jasad Wanita Dikerubuti Lalat

Surat tersebut konon ditinggalkan Tuminem sebelum meninggal dunia.

Dalam surat itu disebutkan bahwa seseorang bernama Lik No diminta untuk membantu mengurus pembagian hasil penjualan rumah di tanah yang ditempati Tuminem kepada anak-anaknya.

Berikut isi surat yang ditulis dalam bahasa Jawa tersebut:

“Sok nek aku ora bali lemah lan omah nduwur didom adil cah telu yo (besok bila saya tidak kembali, tanah dan rumah di atas dibagi adil tiga orang).”

Proses evakuasi dari dalam sumur, jasad Tuminem (56) warga Pedukuhan Gunung Kukusan, Kalurahan Kalirejo, Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sumur berada di kebun kosong yang berada di lereng bukit, tidak jauh dari rumah tinggal korban.
Proses evakuasi dari dalam sumur, jasad Tuminem (56) warga Pedukuhan Gunung Kukusan, Kalurahan Kalirejo, Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sumur berada di kebun kosong yang berada di lereng bukit, tidak jauh dari rumah tinggal korban. (DOKUMENTASI POLRES KP)

Ucapan Terakhir Tuminem

Beberapa waktu sebelum jenazah Tuminem ditemukan, wanita paruh baya itu ternyata sempat pamit untuk bekerja di Batam, Kepulauan Riau.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dukuh Gunung Kukusan bernama Jemadi.

“Katanya mau pamitan, mau kerja lagi, berangkat 24 (Februari) kemarin,” ucap Jemadi.

Namun, selang beberapa waktu, Tuminem tidak bisa dihubungi.

“Dihubungi suami dan anak tidak bisa, tidak ada kontak sama sekali. Dianggap hilang,” ungkap Jemadi.

Tuminem tinggal di dekat kebun Jemadi menjelaskan, Tuminem memiliki tiga anak.

Baca juga: Niat Makan Seblak, Drama Pemuda di Tegal Pura-pura Sedih Lihat Sang Pacar Jadi Jasad Terbongkar

Rumah yang ditempati Tuminem merupakan milik anaknya yang sedang bekerja di Batam.

Rumah tersebut berhadapan dengan kebun itu.

Sedangkan suami Tuminem, Tukiran, tinggal sendiri di rumah yang berada di balik kebun.

Tukiran bekerja sebagai penderes nira kelapa.

“Mereka baik-baik saja. Hanya saja tinggalnya sendiri-sendiri,” terang Jemadi.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved