Info Kesehatan

Banyak Pesepeda Meninggal Dunia saat Gowes, Dokter Ingatkan Serangan Jantung Tiba-tiba

Terbaru, seorang pesepeda tiba-tiba terjatuh dan meninggal dunia di kawasan tanggul lumpur Sidoarjo, Jawa Timur pada Kamis (3/3/2022).

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
ilustrasi - pesepeda ini hadang pengendara motor yang melaju di lajur sepeda, Senin (2/1/2017). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Banyak pesepeda akhir-akhir ini dikabarkan meninggal dunia mendadak ketika sedang gowes di jalan.

Terbaru, seorang pesepeda tiba-tiba terjatuh dan meninggal dunia di kawasan tanggul lumpur Sidoarjo, Jawa Timur pada Kamis (3/3/2022).

Merespons peristiwa ini, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah di Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA). dr Mochamad Yusuf SpJP(K) PhD FIHA FESC FAsCC memberikan penjelasannya.

“Bicara hal kematian seseorang, yang sifatnya mendadak, terutama apabila 1×24 jam atau bahkan 1 jam sebelumnya (keadaan fisik seseorang) tidak bermasalah, seringkali yang dikambinghitamkan adalah sakit jantung,” ujarnya dalam talkshow virtual beberapa waktu lalu.

Yusuf menegaskan kemungkinan penyebab meninggalnya korban tidak hanya terbatas pada serangan tetapi juga gangguan irama pada jantung.

Ia menjelaskan, pola hidup dan faktor genetika menentukan tingkat kerentanan individu. Risiko meningkat pada perokok berat, obesitas, hingga kelompok usia paruh baya.

Baca juga: Rawat Fasilitas Umum dari Vandalisme, Koalisi Pesepeda Bersihkan Fly Over RE Martadinata

Penyumbatan Tiba-Tiba pada Jantung

Yusuf menyebut serangan jantung merupakan peristiwa ketika terjadi penyumbatan tiba-tiba pada pembuluh koroner yang berada di jantung.

Apabila jantung tidak mendapat mensuplai oksigen yang cukup, akan timbul rasa nyeri pada dada.

Nyeri ini juga menjadi gejala gangguan irama jantung.

“Tapi ada sejumlah orang yang angkanya kecil sekali, dimana ia akan mengalami gangguan jantung tanpa (penyumbatan pembuluh) koroner. Sejak awal sudah ada defect yang kurang lebih meningkatkan risiko faktor terkena (penyumbatan pembuluh, koroner,” papar praktisi kesehatan di RS Siloam Surabaya tersebut.

Pesepeda Bogor
ilustrasi Pesepeda Bogor (TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho)

Keadaan korban yang meninggal ketika bersepeda mengindikasikan individu aktif berolahraga.

Meski demikian, Yusuf menegaskan bukan berarti olahraga memperparah risiko penyakit kardiovaskular. Sebaliknya, olahraga dianjurkan secara medis.

Namun, tetap harus ada introspeksi diri.

“Konkretnya begini, ketika saya mau berolahraga tapi tensi saya 190 atau ketika saya lagi demam, ya, jangan berolahraga. Tapi ketika tidak ada keluhan, tensinya bagus, maka mulailah dengan olahraga ringan dan bertahap,” ujar dosen Fakultas Ke dokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) ini.

Gangguan terhadap jantung dapat diminimalisir dengan tidak merokok serta menghindari konsumsi kolesterol dan gula berlebih.

Olahraga rutin juga dapat meningkatkan kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Bagi individu yang memiliki risiko penyakit jantung bawaan, Yusuf anjurkan agar menjalani pemeriksaan rutin. 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Akhir-akhir Ini Sejumlah Pesepeda Meninggal Mendadak, Berikut Penjelasan Dokter Spesialis Jantung

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved