Tata Cara Sholat Nisfu Syaban, Lengkap Bacaan Niat dan Doanya
Anjuran untuk melaksanakan sholat sunah pada malam Nisfu Syaban disampaikan pula oleh Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin.
Penulis: tsaniyah faidah | Editor: Tsaniyah Faidah
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Malam Nisfu Syaban mempunyai arti pertengahan di bulan Syaban.
Dalam kalender Islam atau Hijriyah, Nisfu Syaban diperingati setiap tengah bulan tanggal 15 bulan delapan.
Sedangkan berdasarkan kalender Masehi, Nisfu Syaban 2022 akan jatuh pada Jumat 18 Maret 2022 hingga Sabtu 19 Maret 2022.
Malam Nisfu Syaban merupakan malam istimewa bagi Umat Islam.
Pasalnya, pada malam ini Allah akan mengampuni segala dosa umatnya yang memohon ampunan, dan mengabulkan segala doa.
Oleh karena itu, itu Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal dan ibadah di Malam Nisfu Syaban.
Salah satunya dengan mendirikan Sholat Sunnah.
Sholat Nisfu Syaban merupakan salah satu amalan sunah yang bisa dilaksanakan pada malam Nisfu Syaban.
Anjuran melaksanakan sholat malam Nisfu Syaban pernah disampaikan oleh Ibnu Taimiyah dalam kitab Majmu’ Fatawa.
Kutipan anjuran Ibnu Taimiyah adalah sebagai berikut:
"Adapun terkait [sholat] di malam Nisfu Syaban, maka banyak hadis serta atsar dari sahabat yang menyebutkan keutamaannya. Dikutip dari segolongan ulama salaf bahwa mereka melakukan salat pada malam Nisfu Syaban."
Baca juga: Doa Nisfu Syaban dan Amalan yang Dianjurkan, Catat Waktu yang Tepat Mengerjakannya
Anjuran untuk melaksanakan sholat sunah pada malam Nisfu Syaban disampaikan pula oleh Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin.
Di kitab tersebut, Imam Al-Ghazali menjelaskan tata cara sholat Nisfu Syaban beserta jumlah rakaatnya.
Akan tetapi, dalil kesunahan shalat Nisfu Syaban hanya berlandaskan kepada hadis hasan lighairihi dari Imam Tirmidzi dan sejumlah hadis lainnya yang dianggap lemah.
Karena itu, sebagian ulama menolak pendapat tentang kesunahan ibadah ini.
Follow us
Tata Cara dan Niat Sholat Nisfu Syaban
1. Membaca niat sholat malam Nisfu Syaban
اُصَلِّىْ سُنَّةً نِصْفُ شَعْبَانَ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Usholli sunnatan nisfu sya'baana rak'ataini lillahi ta'ala
Artinya: “Saya berniat salat sunah Nisfu Syaban dua rakaat karena Allah Ta'ala"
2. Membaca bacaan doa Iftitah, Al-Fatihah, dan surat pendek.
3. Diutamakan membaca surat Al Kafirun dan Al-Ikhlas.
4. Rukuk dengan membaca doa rukuk. Itidal dengan membaca doa Itidal.
5. Sujud dengan membaca doa sujud.
6. Duduk di antara dua sujud dengan membaca bacaan doanya.
7. Sujud kedua.
8. Berdiri menunaikan rakaat kedua.
9. Membaca surah Al-Fatihah, kemudian diutamakan membaca surat Al-Ikhlas setelah Al-Fatihah, kemudian mengulangi urutan di atas.
10. Duduk tahiyat akhir.
11. Mengucap salam.
Baca juga: Bacaan Doa Malam Nisfu Syaban Setelah Baca Yasin 3 Kali, Dilengkapi Tulisan Latin Arab & Terjemahan
Bacaan Doa Malam Nisfu Syaban
Pada malam Nisfu Syaban, umat Islam dianjurkan berdoa memohon umur panjang dan rezeki yang berkah, serta akhir hidup husnul khatimah.
Pembacaan doa ini dipanjatkan, setiap akhir membaca surat yasin.
Dikutip dari laman NU Online, Sayyid Utsman bin Yahya menganjukan bacaan doa di malam Nisfu Syaban sebagai berikut:
اللَهُمَّ يَا ذَا المَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ. اللَهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِي عِنْدَكَ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُومًا أَوْ مُقْتَرًّا عَلَيَّ فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللَّهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَاقْتِتَارَ رِزْقِي، وَاكْتُبْنِي عِنْدَكَ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الحَقُّ فِي كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ "يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ" وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالحَمْدُ لِلهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ
Allâhumma yâ dzal manni wa lâ yumannu ‘alaik, yâ dzal jalâli wal ikrâm, yâ dzat thawli wal in‘âm, lâ ilâha illâ anta zhahral lâjîn wa jâral mustajîrîn wa ma’manal khâ’ifîn. Allâhumma in kunta katabtanî ‘indaka fî ummil kitâbi syaqiyyan aw mahrûman aw muqtarran ‘alayya fir rizqi, famhullâhumma fî ummil kitâbi syaqâwatî wa hirmânî waqtitâra rizqî, waktubnî ‘indaka sa‘îdan marzûqan muwaffaqan lil khairât. Fa innaka qulta wa qawlukal haqqu fî kitâbikal munzal ‘alâ lisâni nabiyyikal mursal, “yamhullâhu mâ yasyâ’u wa yutsbitu, wa ‘indahû ummul kitâb” wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammad wa alâ âlihî wa shahbihî wa sallama, walhamdu lillâhi rabbil ‘alamîn.
Artinya: “Wahai Tuhanku yang maha pemberi, engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemberi segala kekayaan dan segala nikmat. Tiada tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut. Tuhanku, jika Kau mencatatku di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku. Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata–sementara perkataan-Mu adalah benar–di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, ‘Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki. Di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.’ Semoga Allah memberikan shalawat kepada Sayyidina Muhammad SAW dan keluarga beserta para sahabatnya. Segala puji bagi Allah SWT.” (Kitab Maslakul Akyar, 78-80).
Baca juga: Ramadan 2022 Tinggal Hitung Hari, Ini Cara Bayar Utang Puasa Tahun Lalu, Lengkap Niat Puasa QadhA
Tiga amalan yang dikerjakan di malam Nisfu Syaban
Dikutip dari kitab Madza fi Sya’ban karya Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki, setidaknya ada tiga amalan doa yang bisa dibaca di malam Nisfu Syaban.
1. Memperbanyak doa
Berdasarkan hadits riwayat Abu Bakar, Nabi Muhammad SAW bersabda:
ينزل الله إلى السماء الدنيا ليلة النصف من شعبان فيغفر لكل شيء، إلا لرجل مشرك أو رجل في قلبه شحناء
“(Rahmat) Allah SWT turun ke bumi pada malam nisfu Sya’ban. Dia akan mengampuni segala sesuatu kecuali dosa musyrik dan orang yang di dalam hatinya tersimpan kebencian (kemunafikan),” (HR Al-Baihaqi).
2. Membaca syahadat
Syahadat adalah kalimat yang mulia dan baik dibaca kapan pun terutama di malam Nisfu Syaban.
Pada malam itu, bacalah dua kalimat syahadat sebanyak-banyaknya.
Sayyid Muhammad bin Alawi menjelaskan:
وينبغي للمسلم أن يغتنم الأوقات المباركة والأزمنة الفاضلة، وخصوصا شهر شعبان وليلة النصف منه، بالاستكثار فيها من الاشتغال بكلمة الشهادة "لا إله إلا الله محمد رسول الله".
“Seyogyanya seorang muslim mengisi waktu yang penuh berkah dan keutamaan dengan memperbanyak membaca dua kalimat syahadat, La Ilaha Illallah Muhammad Rasululullah, khususnya bulan Sya’ban dan malam pertengahannya.”
3. Membaca istighfar
Perbanyaklah membaca istighfar pada malam Nisfu Syaban.
Ingat, tidak ada manusia yang luput dari dosa atau kesalahan. Untung saja Allah SWT senantiasa membuka pintu ampunan bagi siapapun.
Sayyid Muhammad bin Alawi menjelaskan:
الاستغفار من أعظم وأولى ما ينبغي على المسلم الحريص أن يشتغل به في الأزمنة الفاضلة التي منها: شعبان وليلة النصف، وهو من أسباب تيسير الرزق، ودلت على فضله نصوص الكتاب، وأحاديث سيد الأحباب صلى الله عليه وسلم، وفيه تكفير للذنوب وتفريج للكروب، وإذهاب للهموم ودفع للغموم
“Istighfar merupakan amalan utama yang harus dibiasakan orang Islam, terutama pada waktu yang memiliki keutamaan, seperti Sya’ban dan malam pertengahannya. Istighfar dapat memudahkan rezeki, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an dan hadits. Pada bulan Sya’ban pula dosa diampuni, kesulitan dimudahkan, dan kesedihan dihilangkan."
Meski malam Nisfu Syaban adalah malam pengampunan dosa, pada malam inilah juga dianjurkan berbagai amalan kebaikan yang dikerjakan di bulan Syaban.
Baca juga: Sholawat Nariyah Tulisan Arab, Latin dan Artinya - Amalan Sholawat Nabi dan Keutamaannya
Keistimewaan malam Nisfu Syaban
Disebutkan Ustaz Abdul Somad, pada malam Nisfu Syaban, Allah SWT akan mengampuni dosa-dosa hamba-Nya.
Namun, Ustaz Abdul Somad menjelaskan pengampunan dosa tersebut dikecualikan bagi orang yang menyekutukan Allah SWT.
Selain itu pengecualiannya juga ditujukan bagi orang bertengkar namun saat malam Nisfu Syaban belum juga berdamai.
Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam riwayat lain dari Abu Musa disebutkan pula Rasulullah SAW bersabda,
إِنَّ اللهَ لَيَطَّلِعُ فِـيْ لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِـجَمِيْعِ خَلْقِهِ إِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ
“Sesungguhnya Allah Ta’ala melihat (kepada makhluk-Nya)di malam Nishfu Sya’ban, dan memberi ampunan bagi orang-orang yang beriman kecuali orang yang musyrik dan orang yang mendengki.
(Hadis Hasan: HR. Ibnu Majah (no. 1390), dari Abu Musa al-Asy’ari Radhiyallahu anhu. Lihat Shahiihul Jaami’ (no. 1819))
Dikutip dari Youtube Dakwah Nusantara, Ustaz Abdul Somad menyebutkan amalan yang dikerjakan malam Nisfu Syaban yakni dengan menghidupkan ibadah.
Di antaranya membaca Alquran, zikir, salat tahajud, witir, sedekah, hingga salat sunah taubat.
"Semua yang beribadah malam itu, diampunkan Allah. Jadi malam ini bisa dibilang malam perdamaian, supaya masuk bulan Syaban hatinya plong," ujar Ustaz Abdul Somad.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/ilustrasi-salat-tahajud.jpg)