Breaking News

Info Kesehatan

Tips Mengurangi Sakit Setelah Vaksin Booster Covid-19, Ini Efek Samping Sinovac hingga Astrazeneca

Mengutip cdc.gov, reaksi yang dilaporkan setelah mendapatkan suntikan booster serupa dengan reaksi setelah suntikan primer dua dosis atau dosis tungga

Editor: Yuyun Hikmatul Uyun
Dokumentasi Humas IPB University
Lebih dari 5000 pegawai IPB University mendapat Vaksin Dosis Lanjutan (Booster) COVID-19. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Beberapa orang mengalami efek samping dari vaksin, yang merupakan tanda normal bahwa tubuh mereka sedang membangun perlindungan.

Mengutip cdc.gov, sejauh ini, reaksi yang dilaporkan setelah mendapatkan suntikan vaksin booster serupa dengan reaksi setelah suntikan primer dua dosis atau dosis tunggal.

Demam, sakit kepala, kelelahan, dan nyeri di tempat suntikan, adalah efek samping yang paling sering dilaporkan.

Secara keseluruhan, sebagian besar efek sampingnya ringan hingga sedang.

Namun, seperti pada suntikan primer dua dosis atau dosis tunggal, efek samping yang serius jarang terjadi pasca vaksin booster, tetapi dapat terjadi.

Ilustrasi - Harga vaksin booster atau vaksin dosis ketiga
Ilustrasi - Harga vaksin booster atau vaksin dosis ketiga (Tribunnews.com)

Efek Samping Vaksin Covid-19

Efek samping di lengan:

- Rasa sakit;

- Kemerahan;

- Pembengkakan.

Efek samping di seluruh tubuh:

- Kelelahan;

- Sakit kepala;

- Nyeri otot;

- Panas dingin;

- Demam;

- Mual.

Cara Mengurangi Efek Samping Vaksin Covid-19

Cara mengurangi efek samping vaksin Covid-19 di lengan:

- Oleskan waslap yang bersih, dingin, dan basah di atas area tersebut.

- Gunakan atau latih lengan Anda.

Cara mengurangi efek samping vaksin Covid-19 berupa demam:

- Minum banyak cairan.

- Berpakaian ringan.

Hubungi dokter atau penyedia layanan kesehatan, jika:

- Kemerahan atau nyeri di tempat suntikan itu memburuk setelah 24 jam

- Efek sampingnya mengkhawatirkan atau tampaknya tidak hilang setelah beberapa hari

Efek Samping 6 Vaksin Booster yang Ada di Indonesia

CoronaVac atau Sinovac

Efek samping yang mungkin muncul atas pemberian vaksin Sinovac antara lain nyeri di lokasi suntikan, dengan tingkat keparahan grade satu atau dua.

Pfizer

Efek samping yang mungkin muncul atas pemberian vaksin Pfizer antara lain nyeri otot, demam, dan nyeri sendi.

Astrazeneca

Efek samping yang mungkin muncul atas pemberian vaksin Astrazeneca antara lain nyeri di lokasi suntikan, kemerahan, gatal, pembengkakan, kelelahan, sakit kepala, meriang, dan mual.

Moderna

Efek samping yang mungkin muncul atas pemberian vaksin Moderna antara lain lemas, sakit kepala, menggigil, demam, dan mual.

Zifivax

Efek samping yang mungkin muncul atas pemberian vaksin Zifivax antara lain timbul nyeri di tempat suntikan, sakit kepala, kelelahan, demam, nyeri otot (myalgia), batuk, mual, dan diare dengan tingkat keparahan grade satu dan dua.

Sinopharm

Efek samping vaksin booster Sinopharm yang mungkin muncul antara lain nyeri di tempat suntikan, pembengkakan, kemerahan, sakit kepala, kelelahan, dan nyeri otot, dengan tingkat keparahan grade satu atau dua.

Artikel Terkait Lainnya

(Tribunnews.com/Widya) (Kompas.com/Mela Arnani)

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved