Diduga Dukun Santet, IRT Dianiaya 4 Orang hingga Tewas, Dipaksa Minum Air Garam dan Makan Daun Kelor

Ia dianiaya oleh 4 orang hingga tewas bahkan sampai dipaksa minum air garam yang ditaruh dalam gayung.

Editor: Tsaniyah Faidah
net
Ilustrasi - Diduga dukun santet, IRT di Kupang dianiaya 4 orang hingga tewas 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Seorang ibu rumah tangga (IRT) di Desa Bone, Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang meninggal dunia setelah dituduh sebagai dukun santet.

Ia dianiaya oleh 4 orang hingga tewas bahkan sampai dipaksa minum air garam yang ditaruh dalam gayung.

Setelah itu pelaku penganiaya menyodorkan daun kelor dan memaksa korban untuk memakannya. 

Mereka percaya cara tersebut dapat mengusir setan atau roh jahat dalam diri korban. 

Baca juga: Sirkuit Sempat Hujan, Pembalap MotoGP Mandalika Berjatuhan, Aksi Pawang Bikin Heran : Pakai Jampi?

Sebagai informasi, korban atas nama Yakoba Lensini Sakh (61), warga RT 04 RW 02 Desa Bone Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, dianiaya hingga meninggal dunia.

Korban dan suaminya, Fergi Linsini (61) dianiaya karena dianggap sebagai tukang santet atau suanggi. Ke empat pelaku menganiaya korban hingga mengalami sejumlah luka di wajah dan patah tulang di dada.

Kemudian korban mengalami sakit dan 10 hari kemudian meninggal dunia. Suami korban baru melaporkan kejadian itu pada 17 Juni 2021 atau satu bulan setelah kematian korban ke Polsek Kupang Barat.

Artikel ini telah tayang di POS-KUPANG.com dengan judul Reka Kasus Pembunuhan IRT di Kupang, Korban Dipaksa Minum Air Garam dan Makan Daun Kelor

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved