IPB University

Ungkap Perkembangan Dunia Medis dan Teknologi, IPB University Bocorkan Kriteria Obat Ideal

Obat dari tanaman herbal kini dapat diracik secara canggih sebagai salah satu solusi pengobatan presisi.

Editor: Tsaniyah Faidah
Kompas.com
Ilustrasi - Dosen Departemen Kimia FMIPA IPB University, Rudi Heriyanto mengungkap kriteria obat yang ideal. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Pesatnya perkembangan dunia medis dan teknologi menjadi latar belakang Pusat Riset Biofarmaka Tropika (Trop BRC), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University menggelar workshop Network Pharmacoloy 2022.

Terutama, peng obatan presisi menggunakan kemajuan komputerisasi dengan memanfaatkan biodiversitas Indonesia.

Bahkan obat dari tanaman herbal kini dapat diracik secara canggih sebagai salah satu solusi peng obatan presisi.

Kemajuan teknologi ini dikemas sebagai network pharmacology.

Konsep ini memanfaatkan interaksi antar protein senyawa kandidat obat dengan penyakit yang dianalisa.

Harapannya, dengan memahami interaksi antara komponen herbal atau obat dengan protein target dari suatu penyakit, peng obatan presisi dapat ditemukan.

Dosen Departemen Kimia FMIPA IPB University, Rudi Heriyanto mengatakan, obat atau peng obatan yang ideal adalah yang khasiatnya 100 persen efektif apapun kondisinya.

Kriteria obat ideal lainnya juga diharapkan tidak menimbulkan efek samping.

Di samping itu, obat tersebut mudah didapatkan dan dikonsumsi serta biaya produksinya tidak terlalu mahal.

“Dengan kekayaan biodiversitas Indonesia, masih terdapat gap antara jumlah biofarmaka dan obat herbal terstandar yang dihasilkan. Maka dengan berbagai riset yang ada, termasuk network phamacology, diharapkan dapat menghasilkan lebih banyak produk biofarmaka,” sebutnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved