Berhari-hari Hilang di Hutan Penuh Hewan Liar, 2 Bocah Ini Ditemukan Hidup, Kondisinya Mengejutkan

Kisah mereka ini pun menjadi perbincangan warga seluruh dunia usai viral di media sosial.

Tayang:
Penulis: tsaniyah faidah | Editor: Yuyun Hikmatul Uyun
Istimewa via TribunTimur.com
Bocah yang hilang di Hutan Amazon selama satu bulan. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Berhari-hari hilang di hutan, dua bocah ini ditemukan dalam kondisi selamat.

Namun, keadaannya cukup mengejutkan karena kondisi tubuh yang berbeda.

Kisah mereka ini pun menjadi perbincangan warga seluruh dunia usai viral di media sosial.

Dilansir dari TribunJatim.com, dua bocah ini hilang di hutan Amazon sebulan lalu.

Mereka adalah Glauco berusia 6 tahun dan Gleisen berusia 8 tahun.

Berawal saat keduanya pergi meninggalkan rumah di Manicore, Brazil pada tanggal 18 Februari 2022.

Kala itu, mereja berencana untuk menangkap burung di hutan dekat rumah.

Baca juga: Geger Bayi Usia 30 Hari Diculik Makhluk Halus, Kecurigaan Polisi Terbukti, Drama Ibu Kandung Terkuak

Akan tetapi, keduanya tak kunjung pulang.

Upaya pencarian dilakukan oleh 260 orang, namun tak membuahkan hasil.

Hingga akhirnya pemerintah memutuskan untuk menghentikan pencarian, mengingat cuaca saat itu sedang musim hujan.

Akan tetapi, keluarga Glauco dan Gleisen tak pernah pupus harapan.

Mereka tetap berusaha untuk menelusuri hutan meski kemungkinan bocah-bocah tadi ditemukan sangat kecil.

Beruntung, setelah 27 hari yang mencekam, Glauco dan Gleisen akhirnya ditemukan.

Baca juga: Dipecat dari IDI, Terkuak Terawan Pernah Cuci Otak Para Pejabat : Prabowo hingga Ani Yudhoyono

Saat itu, mereka mendengar ada suara orang menebang pohon.

Dengan mengerahkan kekuatan yang masih ada, mereka menangis untuk meminta pertolongan.

Beruntung, pria penebang pohon mendengarnya dan menemukan dua bocah itu sedang tersungkur lemah di atas tanah.

Mereka ditemukan dalam kondisi kurus kering dan dehidrasi.

Kulit keduanya juga dipenuhi gigitan serangga dan luka goresan.

Ilustrasi - anak hilang di sungai Amazon
Ilustrasi - anak hilang di sungai Amazon (Kompas.com)

Dikabarkan, kondisi Glauco dan Gleisen lantaran keduanya hanya meminum air hujan dan sungai.

Makanan yang mereka konsumsi hanyalah buah-buahan liar bernama Sorva.

Itu merupakan upaya mereka bertahan hidup di tengah hutan yang dipenuhi hewan liar.

Baca juga: Kandang Ayam Dipasangi CCTV oleh Densus 88, Kadus Syok Tahu Kelakuan Tetangga Sebulan Kemudian

Beruntung, kala kondisi tubuh semakin lemah, nyawanya terselamatkan hingga akhirnya ditemukan oleh sesama manusia.

Pria penebang pohon lantas membawa mereka ke rumah sakit, tempat dimana kedua bocah itu bertemu orangtuanya.

Dokter mengatakan, mereka kurang gizi, dan memiliki infeksi pada kulit, telinga dan punggung.

Terbaru, kondis Glauco dan Gleisen sudah membaik dan dapat kembali mengonsumsi makanan padat.

Baca juga: Selain Habisi Nyawa Buruh Cantik di Bekasi, ABG 17 Tahun Ini Sering Berbuat Onar, Polisi Jadi Korban

Bayi hilang di Jember

Kasus anak hilang juga terjadi di Jember, Jawa Timur.

Namun, anak yang hilang ini masih bayi, dan disebut menghilang secara misterius.

Warga Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu santer menyalahkan genderuwo di kasus hilangnya bayi usia satu bulan bernama Khairunnisa (K).

Mereka menyebut bahwa raibnya bayi pasangan Arif Mustofa (28) dan Faridatul Nikmah (25) itu adalah karena ulah makhluk halus.

Belum seharian desas-desus itu beredar, fakta mengejutkan justru dibongkar pihak kepolisian.

Kasus hilangnya bayi K secara misterius pada Rabu (23/3/2022) membuat geger warga Dusun Bregoh Tengah.

Pasalnya, bayi tersebut tak diketahui keberadaannya selama berjam-jam.

Resah, keluarga akhirnya melapor ke Polsek Ambului guna meminta bantuan.

Baca juga: Petaka Ritual Usir Genderuwo, Gadis Kecil Tewas: Ibu Korban 4 Bulan Tidur Serumah Bareng Mayat

Mendapat laporan tersebut, pihak kepolisian pun menelusuri tiap sudut rumah pasutri baru itu.

Alangkah terkejutnya polisi saat menemukan bayi K tergeletak di dalam sumur rumah orangtuanya.

Saat pertama kali ditemukan, bayi K sudah terbujur kaku dan dinyatakan meninggal dunia.

Dikira Diculik Genderuwo, Misteri Hilangnya Bayi Usia Sebulan di Jember Terungkap, Kamis (24/3/2022)
Dikira Diculik Genderuwo, Misteri Hilangnya Bayi Usia Sebulan di Jember Terungkap, Kamis (24/3/2022) (kolase Instagram dan Youtube Kompas TV)

Pernah Hilang 2 Kali

Penemuan jasad bayi K membuat keluarga besarnya terpukul.

Kendati demikian, bayi K ternyata bukan baru satu kali saja hilang.

Diceritakan kakek korban bernama Paiman, bayi K pernah hilang secara tiba-tiba beberapa minggu lalu.

Baca juga: Teriakan Ibu Muda saat Mandikan Bayi, Ayah dan Babysitter yang Hendak Menolong Ikut Jadi Korban

Kala itu, bayi K hilang di tengah malam usai diberikan nama.

"Yang pertama, setelah selesai selametan, ngasih nama, malamnya jam 11 lampu pas padam itu hilang. Ketemu di pinggir jalan," pungkas Paiman dilansir TribunnewsBogor.com dari tayangan Kompas TV, Jumat (25/3/2022).

Hilangnya bayi K lantas membuat tetangga sekitar kalang kabut.

Di momen itu, ada warga yang menyebut bahwa bayi R dibawa oleh sosok makhluk besar menyerupai genderuwo.

"Perempuan itu tahu, ada orang tinggi besar seperti ayang-ayang (genderuwo)," cerita Paiman.

Ilustrasi Bayi
Ilustrasi Bayi (Wartakota/Ilustrasi)

Selain soal genderuwo, hal mistis lainnya juga santer dialamatkan pada ibu korban, Faridatul Nikmah.

Kabarnya, Faridatul kerap mengalami kesurupan sejak menikah dua tahun lalu.

Kejadian itu diungkap langsung oleh kepala dusun bernama Sumadris.

Dugaan Sementara Polisi

Hal gaib yang menyelimuti kasus hilangnya bayi K tak lantas dipercayai pihak kepolisian.

Terlebih Kapolsek Ambulu, AKP Ma'ruf yang sangsi dengan cerita mistis tersebut.

Alih-alih mempercayai dugaan liar tersebut, AKP Ma'ruf justru membongkar hal tak masuk akal di kasus penemuan jasad bayi K.

Baca juga: Sedang Bersih-bersih, Petugas Syok Lihat Janin Bayi di Saluran Air, Para Tamu Hotel Akan Diperiksa

Menurut AKP Ma'ruf, tidak mungkin bayi usia satu bulan bisa jatuh ke dalam sumur.

Karenanya, ia pun mencurigai ada peran orang lain di kematian sang bayi.

Dengan kata lain, polisi menduga korban diduga kuat dibunuh oleh orang dalam atau dekat.

Karena bayi, yang belum bisa berjalan dan merangkak, tidak mungkin jatuh ke sumur.

"Kalau kita lihat anak bayi kan enggak mungkin masuk sumur ya. Kemungkinan ada yang membunuh. Ini masih kita selidiki, masih kita lakukan pemeriksaan," pungkas AKP Ma'ruf.

Guna mengusut kematian bayi usia satu bulan itu, polisi telah memeriksa tiga orang saksi mata.

"Dalam waktu tidak terlalu lama bisa kita ungkap. Untuk sementara ini, sudah ada tiga (saksi) kita lakukan pemeriksaan. Untuk orangtua korban belum (diperiksa) karena masih syok, depresi," ungkap AKP Ma'ruf.

Baca juga: Tak Terima Anak Pertama Bukan Laki-laki, Ayah Tembak Bayi Perempuannya yang Masih Usia 7 Hari

Rencananya, polisi juga akan memeriksa orang tua korban.

Meski begitu, pihak keluarga keberatan korban diotopsi.

Namun polisi tetap membawa jenazah korban ke kamar mayat rumah sakit dr Soebandi Jember untuk diotopsi guna mengetahui penyebab kematian korban.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved