Cerita Pak Amil Penjaga Makam Keramat di Bogor, Sudah 32 Tahun Jadi Pemandi Jenazah, Sempat Dilema

Sebelumnya, kakek yang memiliki satu cucu ini, sudah menekuni profesinya sebagai penjahit sejak tahun 1972 karena permintaan dari orangtua.

TribunnewsBogor.com/Reynaldi Andrian Pamungkas
Raden Ibrahim (66) atau Pak Amil di Makam keramat ini berlokasi di Jalan Rd Khanafiah Pakauman, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Selasa (29/3/2022) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Reynaldi Andrian Pamungkas

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR UTARA - Raden Ibrahim atau yang sudah dikenal dengan nama Pak Amil ini sudah 32 tahun menekuni profesinya sebagai pemandi jenazah.

Kakek berusia 66 tahun itu juga sehari-harinya menyambi menjaga Makam Kyai Mbah Salamah, di Jalan Rd Khanafiah Pakauman, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor.

Amil mengatakan, sebelum menjaga makam keramat ini dirinya berprofesi sebagai penjahit dan pemandi jenazah.

"Orang-orang di sini tauhnya nama saya Pak Amil aja, jarang ada yang tau nama asli saya itu," ucapnya kepada TribunnewsBogor.com, saat disambangi di Makam Kyai Mbah Salamah, Selasa (29/3/2022).

Sebelumnya, kakek yang memiliki satu cucu ini, sudah menekuni profesinya sebagai penjahit sejak tahun 1972 karena permintaan dari orangtua.

Menurutnya, ia hanya seorang yang tamatan SD saja, sehingga saat itu orangtuanya menyarankan untuk belajar menjahit agar dapat memiliki usaha.

Maka dari itu, pada tahun 1972, ketika lulus SD, Amil yang tinggal di Kelurahan Tanah Baru, harus belajar menjahit di tempat saudaranya di Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat.

Selama sepuluh tahun Amil belajar dan memiliki usaha jahit, hingga akhirnya ia pun menikah dengan seorang wanita asal Cikaret, Kecamatan Bogor Selatan.

"Saya tahun 1980 tinggal di Cikaret sama mertua, saya masih terus menjahit waktu itu," katanya.

Kemudian pada tahun 1989, Amil bersama keluarganya memutuskan untuk kembali ke rumahnya di Kelurahan Tanah Baru, hingga saat ini.

Dari pernikahannya, Amil dikaruniai tiga orang anak, tetapi kehendak Tuhan berkata lain, yang di mana anak pertama dari Amil harus berpulang terlebih dahulu karena penyakit yang dideritanya selama 5 tahun.

"Padahal putri saya yang pertama itu paling pinter, lagi kuliah dia sakit sampai akhirnya meninggal," kenangnya dengan mata berkaca-kaca.

Setelah kepergian putrinya, Amil saat ini masih memiliki dua orang anaknya, yang di mana satu di antaranya sudah berkeluarga dan memiliki satu orang anak.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved