Demo BEM Bogor

Demo 11 April di Depan Istana Bogor, Mahasiswa UIKA Minta Presiden Jokowi Pecat Menteri Perdagangan 

Aksi inipun diwarnai dengan pembakaran ban bekas oleh ratusan mahasiswa UIKA di depan Istana Bogor karena pagar kawatnya tidak dibukakan oleh aparat

TribunnewsBogor.com/Reynaldi Andrian Pamungkas
Ratusan mahasiswa UIKA unjuk rasa di depan Istana Bogor, Senin (11/4/2022) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Reynaldi Andrian Pamungkas

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Demonstrasi mahasiswa UIKA Bogor di depan Istana Bogor, Jalan Ir H Djuanda, Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, pecah saat menyampaikan tuntutannya di bawah derasnya hujan.

Aksi inipun diwarnai dengan pembakaran ban bekas oleh ratusan mahasiswa UIKA di depan Istana Bogor karena pagar kawatnya tidak dibukakan oleh aparat gabungan.

Dalam orasinya, Koordinator Lapangan Mahasiswa UIKA, Dimas menyampaikan bahwa salah satu tuntutannya, yaitu meminta agar Presiden Joko Widodo untuk memecat Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi.

"Dia telah gagal, dan mengaku bahwa tidak bisa mengungkap oknum penimbunan minyak goreng dan menurunkan harga bahan pokok," katanya.

Saat suasana sedang panas dan hujan mulai turun, ratusan mahasiswa UIKA membakar tiga buah ban bekas di depan pagar kawat.

Dalam orasinya, mahasiswa UIKA ini masih menuntut hal yang sama dengan unjuk rasanya pada hari Sabtu (9/4/2022) kemarin.

Tuntutannya, yaitu meminta Presiden Joko Widodo untuk mengevaluasi kabinetnya agar bertanggungjawab untuk memastikan ketersediaan komoditas kebutuhan rakyat, seperti bahan pangan dan pokok yang murah bagi rakyat.

Serta menuntut tentang wacana pengunduran pemilu dan perpanjangan masa jabatan tiga periode.

Lalu, meminta Presiden Joko Widodo untuk mengkaji ulang harga BBM jenis Pertamax dan menolak kenaikan harga Pertalite serta Gas Elpiji tiga kilogram.

Sementara itu, Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro memberitahukan melalui pengeras suara kepada para demonstran agar tetap tertib dalam aksinya.

"Yang tertib, kami dengarkan, jangan ada provokasi," katanya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved