Demo BEM Bogor

Keluhkan Harga BBM Naik, Ojek Online Ikut Orasi Bersama Mahasiswa di Depan Istana Bogor

Sebelumnya, aparat gabungan telah memasangkan pagar kawat yang menutup Jalan Ir H Djuanda, depan pintu 3 Istana Bogor.

TribunnewsBogor.com/Reynaldi Andrian Pamungkas
Pengemudi ojek online keluhkan harga BBM Pertamax naik saat orasi bersama mahasiswa UIKA Bogor, di depan Istana Bogor, Senin (11/4/2022) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Reynaldi Andrian Pamungkas

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh ratusan mahasiswa UIKA di depan Istana Bogor, Jalan Ir H Djuanda, Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, berlangsung selama dua jam.

Sebelumnya, aparat gabungan telah memasangkan pagar kawat yang menutup Jalan Ir H Djuanda, depan pintu 3 Istana Bogor.

Tidak lama dari itu, ratusan demonstran pun datang ke lokasi tersebut, sekitar pukul 15.30 WIB.

Ditengah-tengah panasnya orasi mahasiswa UIKA di depan Istana Bogor, ternyata ada seorang pengemudi ojek online yang ikut menyerukan keluhannya.

Dalam orasinya, pengemudi ojek online tersebut mengeluhkan tentang naiknya harga BBM dengan jenis Pertamax pada beberapa waktu lalu.

"Semenjak Pertamax naik, saya dan ojek online lainnya harus beralih ke Pertalite. Sedangkan orderan penumpang kami tidak ada, ekonomi makin sulit, harga naik, apa itu adil ?," ungkapnya melalui pengeras suara.

Dalam hal ini, pengemudi ojek online tersebut terlihat tampak kesal dengan menunjuk-nunjukkan jarinya kepada aparat gabungan, sambil melantangkan orasinya dengan nada tinggi.

Saat orasi tersebut, hujan pun kembali turun, tetapi massa demonstran tidak gentar dengan posisinya, malah semakin menjadi dengan membakar ban bekas di depan pagar kawat.

Hingga akhirnya, sekitar pukul 17.45 WIB ratusan demonstran membubarkan diri dan berpesan akan kembali menggeruduk Istana Bogor dengan massa yang lebih banyak.

Aparat gabungan sudah pasang pagar kawat di Jalan Ir H Djuanda, Bogor untuk antisipasi datangnya demonstran, Senin (11/4/2022)
Aparat gabungan sudah pasang pagar kawat di Jalan Ir H Djuanda, Bogor untuk antisipasi datangnya demonstran, Senin (11/4/2022) (TribunnewsBogor.com/Reynaldi Andrian Pamungkas)

600 Personel Gabungan Dikerahkan

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan bahwa demonstrasi ini dimulai selepas shalat ashar, yaitu pukul 16.00 WIB yang terjadi di dua titik.

"Personel yang dikerahkan tentunya personel gabungan dari Polresta Bogor Kota dan dari Kodim, TNI-Polri ya," katanya kepada awak media, Senin (11/4/2022).

Dalam aksi ini, menurut Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, pihak aparat gabungan berkomitmen untuk tetap melayani setiap aksi unjuk rasa. 

Selain itu, pihaknya juga mencoba untuk mengamankan semua objek-objek vital, yang di mana menjadi area publik.

Aksi ini berjalan dengan persuasif, yaitu bernegosiasi dengan koordinator lapangan demokrasi hingga mengerti dan membubarkan diri.

Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menambahkan bahwa semua personil yang diturunkan sudah siap siaga untuk aksi ini.

"Semuanya siap siaga, sejumlah 600 personel," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved