Saling Dorong Pagar Hingga Bakar Ban Warnai Aksi Demo Mahasiswa di Cibinong Bogor
Aksi unjuk rasa yang dilakukan di depan Kantor Pemda Bogor, Cibinong, Kabupaten Bogor, diwarnai kericuhan.
Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Yudistira Wanne
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Aksi unjuk rasa yang dilakukan di depan Kantor Pemda Bogor, Cibinong, Kabupaten Bogor, sempat diwarnai kericuhan.
Kericuhan itu dimulai dari aksi saling dorong pagar antara massa aksi dengan aparat gabungan.
Pantauan TribunnewsBogor.com, aksi panjat pagar yang dilakukan sejumlah mahasiswa sambil menyuarakan aspirasinya memicu terjadinya aksi saling dorong.
Kemudian suasana berubah ketika massa laki-laki maju ke depan dan massa perempuan mundur ke barisan belakang.
Beberapa saat kemudian, massa terlibat adu dorong pagar dengan para aparat yang mengamankan dari sisi dalam pagar seraya massa serentak meneriakan 'buka pintunya.'
Beruntung, kondisi tersebut hanya berlangsung beberapa saat, setelah kondisi massa berhasil ditenangkan.
Aksi massa kemudian berlanjut dengan bakar ban di depan pagar, namun hal itu berlangsung kondusif sampai akhirnya sekitar pukul 17.50 WIB massa membubarkan diri.
Diketahui, massa mahasiswa ini tergabung dalam organisasi Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Bogor.
"Estimasi massa 200 orang," kata Ketua PMII Kabupaten Bogor, Miftahuddin saat dikonfirmasi TribunnewsBogor.com, Rabu (13/4/2022).
Massa demo ini membawa sejumlah tuntutan kepada Pemkab Bogor.
1. Menolak kenaikan harga BBM;
2. Menolak kenaikan PPN;
3. Menolak Kenaikan harga minyak dan menuntut agar Bupati dapat mengusut tuntas mafia minyak di Kabupaten Bogor;
4. Mendesak Bupati Kabupaten Bogor agar menstabilkan harga bahan pokok;
5. Mendesak Bupati kabupaten Bogor agar bisa mengevaluasi kinerja dinas-dinas di Kabupaten Bogor.
"Ini pengawalan, kami akan menuntut tuntas, paling lama 3x24 jam untuk memberikan kepastian akan tuntutan kami. Apabila gak ada sama sekali sikap Pemkab Bogor, kami akan turun ke jalan lagi membawa massa yang lebih banyak," kata Miftahuddin pasca massa bubar.