Firasat Buruk Terbukti, Tangis Istri Pecah Ingat Permintaan Terakhir Suami Sebelum Menabrak Tebing

Sambil menangis sesenggukan, Elena Sanipai mengingat kembali permintaan terakhir suaminya sebelum tewas.

Penulis: Uyun | Editor: Soewidia Henaldi
Youtube Pos Kupang
Firasat buruk terbukti, istri nangis sesenggukan ingat permintaan terakhir suami sebelum kecelakaan 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Sambil menggendong anak, Elena Sanipai tak kuasa menahan tangisnya ketika jenazah suami tiba di rumah duka.

Suami Elena, Andy Nepa Bureni asal Desa Teunbaun, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang, tiba dalam keadaan sudah menjadi jenazah.

Andy Nepa Bureni termasuk satu dari 18 korban yang tewas dalam kecelakaan maut di Minyambouw Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, Rabu (13/4/2022) dini hari.

Sambil menangis sesenggukan, Elena Sanipai mengingat kembali permintaan terakhir suaminya sebelum tewas.

Elena pun tak menyangka firasat buruknya terkait permintaan suami itu malah jadi kenyataan.

Diakui Elena, ia dan Andy menikah sejak 2021.

Setelah menikah, Elena mengikuti suaminya ke Manokwari Papua untuk bekerja di sana.

Baca juga: Misteri Tewasnya Calon Dokter Muda, Gelagat Terakhir Korban Bersama Pacar Bikin Keluarga Curiga

Sambil berusaha menenangkan anak dalam gendongan, Elena teringat kejadian sehari sebelum kecelakaan tragis itu terjadi.

Saat itu, Andy sempat pamitan pada istrinya untuk menumpang truk tersebut.

Namun, Elena entah mengapa saat itu memiliki firasat buruk.

Eelena melarang keras suaminya agar tidak menumpang truk tersebut.

FOLLOW:

Namun rupanya Andy memiliki sikap keras kepala dan tetap kukuh akan menaiki truk.

Andy pun berjanji akan menelepon pada keesokan harinya.

Tak disangka, ternyata telepon yang dimaksud Andy ini adalah memberikan kabar duka.

"Perasaan saya khawatir saat Andy naik truk itu, dan kekhawatiran saya terbukti.

Setelah mendapatkan kabar bahwa Andy bersama pekerja lainnya telah meninggal dunia dalam kecelakaan," ungkap Elena, dikutip TribunnewsBogor.com dari Youtube Pos Kupang.

Baca juga: Strategi Jitu Polisi di Warung Kopi, Pengeroyok Ade Armando Akhirnya Menyerah Dengar Ucapan Habib

Permintaan Terakhir Suami

Tak hanya itu, sejak awal April 2022 sebelum ajal menjemput sang suami, Elena sempat terheran-heran dengan sikap Andy.

Biasa berwatak keras, tiba-tiba sejak hari itu, Andy selalu bersikap lembut.

Bahkan saat bertemu teman-temannya atau siapa saja selalu meminta maaf jika telah berbuat kesalahan.

Dengan penuh kelembutan, permintaan maaf Andy juga terlontar untuk istrinya tercinta.

Firasat buruk terbukti, istri nangis sesenggukan ingat permintaan terakhir suami sebelum kecelakaan
Firasat buruk terbukti, istri nangis sesenggukan ingat permintaan terakhir suami sebelum kecelakaan (Youtube Pos Kupang)

"Saya merasa heran dengan sikap Andy yang selalu mudah mengucapkan kata maaf kepada teman-teman kerjanya dan siapa saja yang pernah berbuat salah.

Bahkan dia juga berkata lembut kepada saya," tambah Elena.

Tak hanya permintaan maaf, Andy juga mengucapkan pesan terakhirnya untuk sang istri.

"Pesan terakhir dia waktu sebelum dia naik ke atas (truk), dia bilang 'saya pergi ya'.

Terus saya bilang nanti saya jemput kau turun (pulang). Nanti tunggu dekat sungai. Dia bilang sudahlah gak apa-apa.

Sampai besok pagi saya telpon, ada kabar dia sudah meninggal," paparnya.

Ketika mengingat kembali momen permintaan dan pesan terakhir suaminya, Elena tak kuasa menahan tangisnya.

Elena kini berusaha mengikhlaskan kepergian suaminya, yang meninggalkan istri dan anak bersuia 5 bulan.

Baca juga: Kesaksian Warga saat Dicecar Polisi Soal Pengeroyok Ade Armando, Ucapan Habib Bikin Pelaku Menyerah

Kronologi Kecelakaan

Sebelumnya diberitakan kecelakaan maut terjadi di Distrik Minyambouw, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, Rabu (13/4/2022) dan menewaskan sebanyak 18 orang penumpang.

Truk dengan nomor polisi PB 8374 MC tersebut mengalami kecelakaan tunggal.

Kapolres Manokwari, AKBP Parasian Herman Gultom menyebut hingga saat ini korban keseluruhan sebanyak 20 orang.

kecelakaan truk
kecelakaan truk (Pos Kupang)

Sementara di antara belasan korban tewas tersebut, terdapat korban anak-anak.

Ia menuturkan, para korban ada yang dilarikan ke RSUD Manokwari dan juga di RS Pratama Warmare.

Dugaan Kelebihan Muatan

Kapolres Manokwari, AKBP Parisan Herman Gultom mengatakan pengemudi truk kehilangan kendali, hingga akhirnya menabrak tebing.

Tepatnya truk yang melaju dari arah Distrik Minyambouw dengan tujuan pusat kota, di jalan turunan kilometer 10 melewati Kampung Duadbey, truk kehilangan kendali.

Pada saat kejadian, kata Gultom, pengemudi truk menggunakan perseneling gigi tiga dengan kecepatan tinggi. Akibatnya, saat jalan menikung, mobil tersebut langsung oleng ke sebelah kanan.

"Pengemudi mencoba menguasai kemudi, namun karena volume muatan kendaraan berat sehingga kendaraan meluncur hilang kendali dan menabrak tebing," jelasnya.

Gultom mengatakan, truk tersebut melebihi kapasitas, lantaran memuat 34 penumpang yang terdiri dari 32 orang dewasa, satu balita.

Bukan itu saja, pada truk itu juga terdapat barang berupa 103 batang kayu, rangkaian pelat besi cor ukuran 16 milimeter, satu unit sepeda motor Yamaha Jupiter warna biru, dan satu unit chainsaw atau gergaji mesin, dikutip dari Kompas.com.

13 Orang Tewas di Tempat

Sementara itu, dikutip dari TribunPapuaBarat.com, Kasubsi Operasi dan Siaga Basarnas Manokwari, Marthinus Pebrian menyebutkan saat proses evakuasi para korban tewas posisi berhamburan di kiri jalan.

Pihaknya juga mengatakan setidaknya 13 orang tewas di lokasi kejadian.

Bahkan lanjutnya, dari keseluruhan korban terdapat satu korban dalam posisi terjepit dengan badan truk.

Korban tewas pun termasuk seorang bocah dan sang ibu.

"Kita berhasil mengevakuasi 13 jenazah dari lokasi tersebut," ujar Marthinus, kepada awak media, Rabu (13/4/2022).

Sementara, tiga korban lain telah dilarikan ke RS Pratama baru meninggal.

Identitas 18 Korban Tewas

1. Andre (sopir truk), asal Atambua (NTT), usia 27 tahun, alamat Arowi

2. Servasius Lelok, asal Atambua (NTT), usia 40 tahun, alamat Sowi 4

3. Alexander Mauk Butak B, asal Atambua (NTT), usia 43 tahun, alamat Sanggeng

4. Ardianus Kin, asal Atambua (NTT), alamat Susweni

5. Linda, usia 20 tahun, alamat Susweni

6. Paulus, asal Atambua NTT

7. Istin Nahak, asal Atambua NTT, usia 3 tahun, alamat Reremi

8. Hengki Boymau, asal Atambua NTT, usia 32 tahun, alamat Fanindi

9. Santus asal Atambua NTT, alamat Fanindi

10. Stevanus Malik, asal Atambua NTT, usia 39 tahun, alamat Fanindi

11. Edmon Aliando, asal Atambua NTT

12. Bernadus A. Nahak, asal Atambua NTT, usia 25 tahun, Alamat Fanindi

13. Yohanes A. Tomauk-Atambua NTT Umur : 25 tahun

14. Vincensius K Nahak-Atambua NTT Umur : 41 tahun Alamat : Fanindi

15. Gregorius-Atambua NTT Umur : 43 tahun Alamat : Sowi 4

16. Lau Servas- Atambua NTT Umur : 35 tahun Alamat : Sanggeng

17. Edo Bauk-Atambua NTT

18. Longginus Umur: 30 tahun.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved