7 Tahun Pisah Ranjang, Kakek di Tulungagung Tega Habisi Istri, Murka Rencananya Ditolak Korban

Penganiayaan itu terjadi lantaran sang kakek naik pitam rencananya ditolak korban.

Net
Ilustrasi penganiayaan 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Berikut detik-detik kakek di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur habisi nyawa istrinya dengan keji.

Penganiayaan berujung hilangnya nyawa itu terjadi pada 29 Maret 2022 lalu.

Pelaku menganiaya istrinya dengan keji.

Penganiayaan itu terjadi lantaran sang kakek naik pitam rencananya ditolak korban.

Padahal, keduanya sudah pisah ranjang selama 7 tahun.

Tanuri (74) memperagakan saat ia membentur-benturkan kepala istrinya, Robiyah (65) ke lantai, Selasa (19/4/2022).

Layaknya petarung, kakek itu juga menggunakan lututnya untuk menghantam istrinya yang sudah tak berdaya.

Peragaan itu bagian dari rekonstruksi kekerasan dalam rumah tangga ( KDRT) yang dilakukan tersangka Tanuri kepada istrinya.

Baca juga: Lapor Pak Kapolres ! Pasutri yang Ribut KDRT Kini Bisa Berdamai, Polisi Selamatkan Korban Bonyok

Dalam penganiayaan yang dilakukan 29 Maret 2022 lalu, Robiyah akhirnya meninggal dunia.

"Rekonstruksi hari ini memperagakan 32 adegan. Rekonstruksi ini penting untuk melengkapi berkas penyidikan," terang Kasi Humas Polres Tulungagung, M Anshori.

Rekonstruksi dilaksanakan di Mapolres Tulungagung, dengan alasan keamanan jika dilaksanakan di TKP sesungguhnya.

Adegan diawali saat Tanuri mengetuk rumah istrinya di Desa Tenggong, Kecamatan Rejotangan saat menjelang malam.

Ilustrasi
Ilustrasi (Tribun Pekanbaru)

Menurut Anshori, saat itu tersangka mengungkapkan rencana menjual tanah seluas 25 Ru.

Tanah dengan total 225 Ru akan dibagi dua untuk dua anaknya, masing-masing 100 Ru.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved