2 Remaja Tega Meledakkan Petasan di Anus Kucing, Pengakuan Pelaku Bikin Orang Bereaksi

Perkara kucing sering BAB sembarangan, sejumlah pemuda tega meledakkan petasan di anus kucing.

Editor: Yudistira Wanne
Dokumentasi Tim Rescue Damkar Kab. Bogor
Ilustrasi 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Perkara kucing sering BAB sembarangan, sejumlah pemuda tega meledakkan petasan di anus kucing.

Sontak perbuatan pemuda tersebut menuai kecaman, terlebih para pencinta hewan, khususnya kucing.

Untuk diketahui polisi telah menangkap dua pelaku yang meledakkan petasan di anus kucing di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), akhirnya mengakui perbuatannya.

Keduanya ditangkap oleh polisi di rumahnya, Kecamatan Plampang, Sumbawa, Selasa (19/4/2022).

Baca juga: Viral, Petasan Diledakkan di Anus Kucing, Polisi Buru Pelaku

"Pelaku benar sudah ditangkap. Motifnya kesal karena kucing tersebut sering buang air besar sembarangan. Sedangkan motif menyebarkan konten video di media sosial karena iseng," ungkap Kapolres Sumbawa AKBP Esty Setyo Nugroho SIK saat konferensi pers, Kamis (21/04/2022).

Esty mengatakan, setelah melakukan penyelidikan ternyata dua pelaku penganiayaan terhadap kucing itu memang berasal dari Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa.

Dia menjelaskan, dua orang tersebut yaitu AL (19), pemilik kucing sekaligus pelaku yang memasukkan petasan ke anus kucing dan membakarnya.

Kedua, yaitu AR (28) yang berperan sebagai perekam dan penyebar video tersebut di WhatsApp.

Atas kasus ini, beberapa pemerhati hewan membuat pengaduan ke Polres Sumbawa, lalu pihak penyidik menindaklanjuti laporan tersebut.

Baca juga: Nasib Pelajar Tahfidz Quran Tewas Dikeroyok Gangster, Cari Kucing Hilang Malah Diteriaki Maling

"Dari perilaku menyimpang kedua pelaku, berdasarkan proses penyelidikan disangkakan Pasal 302 ayat 1 dan ayat 2 KUHP. Pada ayat 1 penganiayaan terhadap hewan hukumannya 3 bulan, dan ayat 2 apabila menyebabkan kecacatan dan kematian terhadap hewan yaitu paling lama ancaman hukuman 9 bulan," terang Kapolres Esty.

"Mungkin apa yang kedua pelaku perbuat ini tidak disangka akan menimbulkan gejolak dan protes keras dari netizen, khususnya para pecinta hewan," imbuhnya.

Kapolres membenarkan kondisi kucing mengalami luka bakar di sejumlah titik pada bagian tubuhnya.

Ia mengimbau masyarakat menjaga hewan peliharaan.

Apabila tidak sanggup lagi memelihara, tidak diperbolehkan melakukan kekerasan dan disarankan melepaskan agar hewan tersebut bisa hidup bebas di alam.

"Karena hewan peliharaan juga memiliki hak asasi yang sama dengan manusia, yaitu hak untuk hidup dan bebas dari segala bentuk penyiksaan," pungkasnya.

Sumber: Tribun Sumsel
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved