Peringati Hari Bumi, Simak Cara Mudah Selamatkan Bumi, Bisa Dimulai dengan Menghapus Pesan di Email
Dengan menghapus sampah email, akan mengurangi sedikitnya sampah digital dan mengurangi emisi karbon pada Bumi tercinta
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Bertepatan Hari Bumi, adakah yang bisa kita lakukan untuk kurangi beban bumi tercinta?
Bumi kita sudah mengalami perubahan yang sangat terlihat, mulai dari perubahan iklim, hingga polusi yang tak kunjung terselesaikan.
Seperti Google yang merayakan Hari Bumi dengan menyadarkan seriusnya perubahan iklim dengan menampilkan Doodle.
Dilansir laman Google Doodle, melalui Google Doodle Hari Bumi 2022, Google menggunakan gambar real time-lapse dari Google Earth dan sumber lainnya, untuk menunjukkan dampak perubahan iklim di 4 lokasi di Bumi.
Doodle Hari Bumi hari ini membahas salah satu topik perubahan iklim adalah perubahan jangka panjang dalam pola cuaca rata-rata, baik secara global maupun regional.
Lalu, hal kecil apa yang bisa kita lakukan?
Beberapa waktu lalu, informasi tentang menghapus e-mail bisa bantu menyelamatkan Bumi kembali ramai diperbincangkan. Tampaknya, isu ini kembali muncul dari Twitter, bebarengan dengan tagar #LetTheEarthBreath yang bercokol di topik teratas (trending topic) Twitter beberapa hari lalu.
Beberapa warganet membagikan tips upaya nyata untuk mengurangi dampak kerusakan lingkungan, salah satunya adalah dengan menghapus tumpukan e-mail yang tidak penting.
Sebelum membahas lebih jauh, informasi menghapus e-mail yang bisa bantu selamatkan lingkungan, berkaitan dengan sampah digital atau digital waste.
Sampah digital merupakan istilah baru yang menggambarkan bagaimana pengelolaan data digital yang buruk, bisa berdampak pada lingkungan.
Jadi, sampah digital bisa diartikan sebagai aktivitas pemborosan data serta efek jangka panjang yang timbul dari penyimpanan informasi dalam format digital dengan ukuran sangat besar, baik informasi data mentah, data yang sudah diproses, data yang tidak digunakan, maupun data yang sedang digunakan.
Baca juga: Kupas Tuntas Perubahan Iklim, Pakar IPB University Beberkan Tantangan Pertanian Masa Depan
E-mail tidak penting yang menumpuk menjadi salah satu contoh sampah digital. Di sektor bisnis, e-mail menjadi salah satu alat komunikasi digital profesional yang sering digunakan. Sehingga, aktivitas berkirim e-mail secara tidak langsung ikut menyumbang sampah digital.
Sebab, untuk menyimpan jutaan e-mail yang dikirimkan dan diterima, dibutuhkan server yang cukup besar untuk menampung miliaran e-mail. Server itu sendiri beroperasi menggunakan listrik yang cukup besar. Semakin banyak server yang dibutuhkan, maka konsumsi daya listrik yang digunakan semakin besar pula.
Saat ini, masih banyak negara yang mengandalkan sumber energi tak terbarukan, seperti batu bara untuk menyediakan listrik. Padahal, emisi karbon yang dihasilkan dari sumber energi tersebut, memperburuk kerusakan lingkungan.
Semakin banyak server berukuran besar yang dibuat, semakin banyak pula listrik yang dibutuhkan, maka emisi karbon yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil pada pembankit listrik, akan semakin banyak.
Dengan menghapus e-mail tidak penting yang menumpuk, maka "beban" server akan berkurang dan konsumsi daya untuk menampung e-mail dan data digital lain pun, secara tidak langsungg ikut berkurang.
Memang, berapa besar emisi karbon yang dihasilkan dari aktivitas berkirim e-mail sehingga "beban" server bisa berkurang?
Seberapa signifikan menghapus e-mail untuk mengurangi dampak kerusakan lingkungan?
Baca juga: Hasil Riset ITB, Kota Bogor Jadi Kota Paling Peduli Perubahan Iklim Indikatornya Ruang Terbuka Hijau
Pertanyaan tersebut telah diulas dalam artikel berikut: Benarkah Menumpuk E-mail Ikut Mempengaruhi Perubahan Iklim? Intinya, menghapus e-mail memang bisa menjadi salah upaya membantu menyelamatkan lingkungan.
Akan tetapi dampaknya tidak cukup signifikan, jika hanya sekadar menghapus e-mail. Sebab, data yang ditampung dalam server tidak hanya terbatas pada e-mail, namun juga data digital lain.
Hal tersebut juga dikatakan Country Director Google Cloud Indonesia, Megawaty Khie.
"Konsumsi energi untuk menghapus e-mail akan sangat kecil, sehingga mengurangi atau bahkan menghilangkan e-mail spam kemungkinan besar memiliki dampak pengurangan karbon yang dapat diabaikan," ungkap Megawaty kepada KompasTekno beberapa waktu lalu
(Novi Anggraeni/Magang)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Rajin Hapus E-mail Bantu Menyelamatkan Bumi, Bagaimana Bisa?"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/gmail_20171223_135353.jpg)