Honor Rp172 Juta Rossa dari DNA Pro Tak Disita, Polisi: Tidak Ada Niat Jahat

Bareskrim Polri menegaskan Sri Rossa Roslaina Handiyani alias Rossa tak punya niat jahat saat menerima job nyanyi dari investasi bodong DNA Pro.

Editor: Vivi Febrianti
Tribunnews.com/ Igman Ibrahim
Penyanyi Sri Rossa Roslaina Handiyani alias Rossa memenuhi pemeriksaan dugaan kasus investasi bodong DNA Pro sebagai saksi di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan pada Kamis (21/4/2022) malam. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Bareskrim Polri menegaskan Sri Rossa Roslaina Handiyani alias Rossa tak punya niat jahat saat menerima job nyanyi dari investasi bodong DNA Pro.

Adapun Rossa mendapatkan honor Rp172 juta saat mengisi acara tersebut.

Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Pol Whisnu Hermawan menyampaikan bahwa kesimpulan itu diambil setelah penyidik memeriksa Rossa.

Selain itu, penyidik juga melakukan pendalaman sejumlah barang bukti.

Baca juga: Berbeda Dengan Rossa, Ini Alasan DJ Una Ogah Kembalikan Uang Honor Manggung dari DNA Pro

"Dari hasil pemeriksaan dan alat bukti yang didapatkan oleh penyidik berkesimpulan tidak menemukan 'mens rea' atau niat jahat dalam peristiwa mengalirnya dana DNA Pro tersebut kepada Rossa," kata Whisnu saat dikonfirmasi, Selasa (26/4/2022).

Dengan begitu, Whisnu menyatakan penyidik tidak melakukan penyitaan terhadap honor nyanyi Rossa saat menjadi pengisi acara di DNA Pro.

"Atas kesimpulan dari penyidik tersebut terhadap dana DNA Pro yang mengalir kepada Rossa tersebut tidak dikenakan penyitaan oleh penyidik Dittpideksus," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, menyoroti pekerja Seni artis Sri Rossa Roslaina alias Rossa terkait kasus investasi bodong dan pencucian uang robot trading DNA Pro.

Menurut Dasco, seharusnya tidak ada penyitaan honor menyanyi Rossa.

Baca juga: Serahkan Uang Rp 172 Juta untuk Disita Polisi, Rossa: Honor Mengisi Acara di DNA Pro

Sebab, penyanyi yang kerap menjadi juri di ajang pencarian bakat ini tidak turut serta dalam modus operandi kejahatan, melainkan hanya mengisi hiburan di sebuah acara.

"Tidak bisa dong pekerja seni ikut menanggung bebannya. Dia kan hanya mengisi acara secara profesional. Tidak terlibat dalam praktik kejahatannya," kata Dasco, dalam keterangannya seperti dikutip, Senin (25/4/2022).

Dasco meyakini jika Rossa hanya ingin bekerja secara profesional, dan tidak mengerti apapun terkait perusahaan investasi bodong tersebut.

"Bukan hanya Rossa. Saya ingin semua pekerja seni harus dilindungi. Jangan sampai mereka yang sudah mencari nafkah secara profesional dengan kontrak yang jelas malah dikait-kaitkan. Bahkan sampai honor karyanya ikut disita. Kasihan mereka," ucap Ketua Harian DPP Gerindra ini.

Pengakuan Rossa seusai Diperiksa

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved