IPB University

Dosen IPB University Paparkan Saung Iklim dalam Webinar Regional Asia Tenggara

Kegiatan Saung Iklim telah membuka matanya (wawasan dan pengetahuan) dalam memanfaatkan informasi iklim dalam pertanaman padi di lapang.

Editor: Tsaniyah Faidah
Dosen IPB University Paparkan Saung Iklim dalam Webinar Regional Asia Tenggara
Dokumentasi Humas IPB University
Saung Iklim IPB University

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Dosen IPB University, Perdinan, PhD berkesempatan mempresentasikan hasil risetnya tentang “Saung Iklim” di Subang pada webinar “Enhancing Adaptive Capacity of Rural Farming Communities in Southeast Asia: Best Practices and Lessons Learned” yang diadakan University of the Philippines, belum lama ini.

Kegiatan ini merupakan lanjutan dari inisiatif peningkatan kapasitas adaptasi untuk masyarakat petani di berbagai wilayah di Asia Tenggara.

Webinar dihadiri 21 panelis dan 212 peserta dari berbagai negara-negara di Asia Tenggara seperti, Indonesia, Vietnam, Filipina.

Saung Iklim adalah salah satu dari 10 kegiatan terpilih oleh Asia Pacific Network (APN).

Saung Iklim fokus pada peningkatan kapasitas pemerintah daerah dan petani dalam memanfaatkan informasi iklim untuk pertanian tanaman padi dalam menghadapi risiko iklim.

"Seluruh hasil Saung Iklim dapat diakses di pi-dev.co.id/timiklim,” jelasnya.

Dalam presentasinya, Perdinan juga menunjukkan testimoni peneliti muda lulusan IPB University, Eliasar Prabowo Tjahjono, SSi mengenai pengalaman penelitiannya bersama masyarakat petani di Subang.

Mas Bowo, demikian biasa dipanggil, mengatakan kegiatan Saung Iklim telah membuka matanya (wawasan dan pengetahuan) dalam memanfaatkan informasi iklim dalam pertanaman padi di lapang.

Kegiatan Saung Iklim di Subang tahun 2017-2018 dilakukan Mas Bowo di bawah bimbingan Perdinan, PhD selaku dosen Departemen Geofisika dan Meteorologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University.

“Atas dukungan APN dan Pemerintah Indonesia dalam pembangunan pertanian memanfaatkan informasi iklim, saya sangat berterimakasih dan semoga riset ini terus berlanjut,” ujar Mas Bowo.

Perdinan, selaku koordinator kegiatan Saung Iklim, memaparkan bahwa Saung Iklim merupakan program koneksi antara sains, kebijakan dan praktis pertanian yang diterjemahkan dalam bentuk panduan praktis dan alat simulasi.

Saung Iklim ini membantu petani dan pemerintah daerah dalam pengelolaan risiko iklim.

Melalui berbagai kegiatannya dalam pelatihan, penyusunan modul, dan observasi lapang, Saung Iklim telah berkontribusi dalam meningkatkan pemanfaatan informasi iklim.

"Terutama untuk pemerintah daerah dalam perencanaan pembangunan pertanian dan petani dalam penggunaan informasi iklim untuk minimalisasi risiko iklim atau dampak iklim terhadap produksi pertanian,” jelasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved