Kisah Pasangan Suami Istri Asal Bogor, Ngamen Berpindah Kota dan Pasar, Mobil Sayur Jadi Andalan

Pasangan suami istri yang tinggal di Jalan Raya Ciapus, Perumahan Komplek Balipet, kontrakan Ibu Ibrahim, Kabupaten Bogor, memiliki kisah menarik.

TribunnewsBogor.com/Siti Fauziah Alpitasari
Pasangan Rafli Ariyanto dan Siti Aminah, pengamen penjelajah pasar, Kamis (19/5/2022). 

Laporan Wartawan Tribunnewsbogor.com, Siti Fauziah Alpitasari

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR BARAT - Pasangan suami istri yang tinggal di Jalan Raya Ciapus, Perumahan Komplek Balipet, Kabupaten Bogor, memiliki kisah menarik.

Ya, Rafli Ariyanto dan Siti Aminah berprofesi sebagai pengamen dan berpetualang menyusuri pasar dari kota ke kota lain seperti Tasikmalaya, Garut, Banten, Majalengka, dan Cirebon.

Petualangan Rafli dan Siti sudah dilakukan selama 8 tahun.

Pantauan Bogor.com'>Tribunnews Bogor.com saat ditemui di Pasar Gunung Batu, Kota Bogor, ke duanya sedang menyanyikan sebuah karya lagu ciptaannya.

“Kalau saya nyanyi sambil bermain gitar, istri kecrekan. Lalu untuk lagu biasanya pakai lagu sendiri ngarang dadakan,” tutur Rafli Ariyanto kepada Bogor.com'>Tribunnews Bogor.com, Kamis (19/5/2022).

Di ketahui pula sepasang pengamen itu sering menjelajah pasar yang bertujuan untuk menghibur para pedagang maupun pembeli.

“Kita udah ke mana-mana sih tapi konteksnya Pasar. Dua hari lagi ini rencananya kita mau ke Pasar di Banten,” terangnya.

Lanjut Rafli, saat menjelajah pasar ke Kota lain ia dan sang istri menggunakan kendaraan seperti mobil sayur ataupun tronton.

“Iya lebih seru aja, pernah pas di atas tronton istri agak takut cuman gapapa alhamdulillah aman,” imbuhnya.

Tak pernah mengeluh akan kesulitan menjelajah pasar itulah mereka, dengan menyesuaikan budaya dan lebih mengenal karakter seseorang dari setiap sudut Kota.

“Keluar kota itu kami harus menyesuaikan sifat budayanya juga, dari bahasanya apa baru menyesuaikan lagi, dan satu hal ingin orang itu terhibur dan tertawa,” ungkapnya.

Lagu yang ia ciptakan pun merupakan sebuah keluh kesah para pedagang, supir angkot, maupun ojek.

“Motivasi untuk orang-orang di bawah.
Pasrah itu gaada artinya harus semangat dan hidup rukun,” kata Dia.

Sementara sepasang pengamen penjelajah pasar itu diketahui memiliki lima orang anak yang di mana tiga orang anaknya sudah menikah.

“Setuju sih kalau anak, udah biasa juga. Adik-adiknya dibantu dirawat kakak-kakaknya,” tandasnya.

Dengan harapan, sepasang pengamen penjelajah itu hanya ingin melihat orang terhibur karena saat itu pula hati senang dan rejeki pun datang.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved