Dikunjungi Staf Ahli Presiden Jokowi, PPLI Jadi Rujukan Negara Dalam Pengolahan Limbah B3

PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) di dunia industri pengolahan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) menjadi perhatian banyak pihak.

Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Yudistira Wanne
dok PPLI
PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) di dunia industri pengolahan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) makin menjadi perhatian banyak pihak. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, KLAPANUNGGAL - PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) di dunia industri pengolahan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) menjadi perhatian banyak pihak.

Setelah sejumlah institusi negara seperti kejaksaan, kepolisian, tenaga medis, kehakiman dan lain-lain menyambangi PPLI untuk melakukan studi lapangan.

Kali ini kantor staf kepresidenan juga melakukan kunjungan kerja serupa ke perusahaan yang sudah genap 28 tahun konsisten pada penyelamatan lingkungan dengan mengolah limbah B3 yang ada di tanah air.

Kunjungan kerja tersebut dalam rangka tugas pokok dan fungsi Kantor Staf Presiden RI dalam pemberian dukungan kepada Presiden dan Wakil Presiden di bidang pengendalian program prioritas nasional sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2019 serta berkaitan dengan pengelolaan isu strategis di bidang lingkungan hidup.

Demikian diungkapkan Trijoko M Solehoedin, Tenaga Ahli Utama Kedeputian I Kantor Staf Presiden RI di kantor PPLI, Desa Nambo, Kecamatan Klapanunggal, Bogor, Kamis (19/5/2022).

"Kami mengapresiasi keberadaan PPLI sebagai badan usaha yang melayani pengolahan limbah B3 secara profesional dan terintegrasi," ujar anak buah Jokowi tersebut.

Lebih lanjut, ia mengatakan, sejauh ini PPLI memiliki fasilitas pengolahan limbah B3 lengkap, termasuk untuk fasilitas pelayanan kesehatan.

"Disini juga menjadi tempat penimbunan akhir residu yang dihasilkan insinerator pengolah limbah medis dari berbagai rumah sakit," terangnya.

Ia berharap kedepan PPLI dapat berperan serta dalam pengembangan sistem pengelolaan limbah medis nasional.

"Bentuknya bisa berupa pembangunan fasilitas di tempat-tempat lain atau pemberian bantuan teknis kepada daerah-daerah yang sedang membangun fasilitas pengolah limbah medis," ucap Trijoko.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menjanjikan pemerintah akan terus memberikan dukungan bagi terciptanya ekosistem pengelolaan limbah medis yang baik dan berkelanjutan melalui perbaikan regulasi, kelembagaan, serta pembinaan.

Menanggapi hal tersebut, Advisor PPLI Syarif Hidayat disela-sela menerima kedatangan pejabat istana tersebut menyampaikan apresiasi atas kunjungannya.

"Kami sejak 28 tahun silam tetap konsisten mendukung upaya pemerintah dalam penanganan limbah B3. Kami dengan senang hati dan tetap komitmen mengikuti regulasi pemerintah dalam penanganan dan pengolahan limbah industri," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, para pejabat istana yang terdiri dari Trijoko M. Solehoedin, Hery Suhartono, Naudita Olivia Sihite, dan Nauval Putra Prabowo dengan didampingi Senior Technical & Support Manager PPLI, Yusuf Firdaus berkeliling melihat uji laboratorium yang dilakukan PPLI, unit pengolahan limbah menggunakan teknologi insinerator berkapasitas 50 ton perhari, serta berbagai fasilitas lainnya hingga ke bukit penimbunan atau dikenal dengan landfill.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved