Harga Minyak Goreng Masih Mahal, Pemerintah Resmi Mencabut Larangan Ekspor CPO

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengumumkan pencabutan larangan ekspor minyak mentah kelapa sawit (CPO) dan minyak goreng mulai 23 Mei 2022.

Editor: Damanhuri
TribunnewsBogor.com/Reynaldi Andrian Pamungkas
Minyak goreng kemasan di GS The Fresh Supermarket, Bogor, Jumat (15/4/2022). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Ketersediaan minyak goreng curah di pasar hingga saat ini dinilai belum melimpah dan harganya pun belum sesuai keinginan pemerintah senilai Rp 14 ribu per liter.

Namun, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengumumkan pencabutan larangan ekspor minyak mentah kelapa sawit (CPO) dan minyak goreng mulai 23 Mei 2022.

Tercatat, larangan ekspor saat itu mulai berlaku pada 28 April 2022.

"Saya memutuskan bahwa ekspor minyak goreng akan dibuka kembali pada senin 23 Mei 2022,” kata Jokowi, Kamis (20/5/2022).

Dibukanya kembali ekspor CPO dan minyak goreng, kata Presiden, karena pasokan minyak goreng telah melebihi kebutuhan dalam negeri.

Presiden mengatakan kebutuhan nasional minyak goreng curah adalah sebesar kurang lebih 194.000 ton per bulannya. Pada bulan Maret lalu sebelum dilakukan pelarangan ekspor, pasokan minyak goreng jauh di bawah kebutuhan nasional yakni hanya mencapai 64,5 ribu ton.

“Namun setelah dilakukan pelarangan ekspor di bulan April pasokan kita mencapai 211.000 ton per bulannya melebihi kebutuhan nasional bulanan kita,” kata Presiden.

Sebelumnya, pemerintah melalui Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut larangan ekspor CPO dan turunnya akan berlangsung hingga harga minyak goreng sesuai Harga Eceren Tertinggi (HET) Rp 14 ribu per liter.

"Ini berlaku untuk semua produk, baik CPO, RPO (red palm oil), RBD palm olein, POME (palm oil mill effluent), used cooking oil. Seluruhnya sudah tercakup dalam peraturan Menteri Perdagangan dan akan diberlakukan malam hari ini pukul 00.00 (28/4) hingga minyak goreng curah seharga Rp 14 ribu per liter," kata Airlangga.

Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) menilai dibukanya kembali ekspor minyak sawit mentah (CPO), bukti ketidaksiapan menteri teknis melakukan regulasi dan capaian yang diharapkan Presiden Jokowi.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved