Harkitnas Diwarnai Demo di Kantor Bupati : Kabupaten Bogor Sedang Tidak Baik-Baik Saja

Pantauan TribunnewsBogor.com, aksi mahasiswa ini juga terpantau dikawal pengamanan dari Polisi dan Satpol PP.

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Vivi Febrianti
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Pada Hari Kembangkitan Nasional (Harkitnas) 2022, para mahasiswa Bogor menggelar aksi unjuk rasa disertai teatrikal di depan Kantor Bupati Bogor, Jumat (20/5/2022) sore. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Pada Hari Kembangkitan Nasional ( Harkitnas) 2022, para mahasiswa Bogor menggelar aksi unjuk rasa disertai teatrikal di depan Kantor Bupati Bogor, Jumat (20/5/2022) sore.

Pantauan TribunnewsBogor.com, aksi mahasiswa ini juga terpantau dikawal pengamanan dari Polisi dan Satpol PP.

Massa dari Forum Mahasiswa Bogor ini juga terpantau membawa spanduk besar yang berisi tulisan 'Mimbar Rakyat # Harkitnas2022 #BogorBangkit.'

Para mahasiswa ini terpantau menyinggung beberapa isu di Kabupaten Bogor.

" Kabupaten Bogor sedang tidak baik-baik saja," kata salah satu mahasiswa saat melakukan orasi.

Isu yang disinggung para mahasiswa ini antara lain soal penangkapan Bupati Bogor Ade Yasin oleh KPK, jalan rusak, kinerja DPRD dan lain-lain.

"Saya sampaikan satu pantun. Doraemon kucing langka, bisa bikin kita tertawa. Pejabat kita ditangkap KPK, ya lanjutin sendiri ya," ujar Raju Zalikal, salah satu peserta demo saat berorasi.

Dia menilai bahwa kita mengalami defisit moral dalam memimpin pemerintahan.

"Saya ingin sampaikan bahwa saat ini Kabupaten Bogor berada dalam darurat pungli," katanya.

Dia mengatakan bahwa dalam aksi ini pihaknya juga ingin menyampaikan ketidakpedulian Pemerintah Kabupaten Bogor kepada masyarakat khususnya yang di pelosok.

Seperti kondisi jalan rusak yang terjadi di wilayah Ciampea, Kabupaten Bogor.

"Sampai ada laporan setiap hari ada kecelakaan, setiap hari ada saja korban dan itu ingin saya sampaikan hari ini adalah ketidakpedulian pemerintah kepada masyarakat di pelosok," katanya.

Pemeran teatrikal yang menyertai demo ini terpantau tampak seorang pria setengah telanjang mengenakan dasi dan topi petani berpenutup wajah kain hitam berkeliling hingga panjat pagar di hadapan aparat yang berjaga.

Aksi unjuk rasa mahasiswa ini terpantau terus digelar meski hujan mengguyur di waktu menjelang petang.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved