Tinjau Pasar Bogor, Kapolresta dan Wakil Wali Kota Wanti-wanti Pedagang Minyak Goreng, Ini Pesannya

Polresta Bogor Kota menindaklanjuti soal kasus minyak goreng eceran di Pasar Bogor, Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

TribunnewsBogor.com/Reynaldi Andrian Pamungkas
Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, meninjau Pasar Bogor yang menjual minyak goreng curah di atas HET, Jumat (27/5/2022) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Reynaldi Andrian Pamungkas

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Polresta Bogor Kota menindaklanjuti soal kasus minyak goreng eceran di Pasar Bogor, Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

Dalam hal ini, aparat TNI dan Polri serta Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, meninjau dan menempelkan stiker mengenai peraturan klasifikasi kios berdasarkan Harga Eceran Tertinggi (HET) langsung ke Pasar Bogor.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, mengatakan bahwa saat ini, pihak kepolisian menindaklanjuti atas kasus minyak goreng eceran kemarin.

"Kami mengevaluasi 95 toko dalam pengawasan, dan hasil kemarin itu 8 toko ada klasifikasi hijau kemudian 18 klasifikasi kuning dan 69 klasifikasi merah, sementara 20 toko lainnya tidak menjual minyak goreng curah," ucapnya kepada TribunnewsBogor.com, Jumat (27/5/2022).

Kegiatan ini merupakan upaya untuk penurunan harga, dengan menggunakan klasifikasi berdasarkan harga.

Bila harga tersebut sesuai HET, kata Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, maka akan ditempelkan stiker yang berwarna hijau.

"Tapi, kalau dia (pedagang) menjual sampai dengan 10 persen itu kami berikan yang warna kuning dan kalau di atas 10 persen dari harga HET maka kami berikan yang merah," jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan sebelumnya terhadap 15 pedagang kemarin, fakta yang ditemukan kepolisian bahwa adanya pedagang eceran yang membeli pada toko yang sama sebagai supplier.

Dengan hal itu, pedagang tersebut menjual kepada masyarakat dengan harga yang sangat berbeda.

Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, mengungkapkan bahwa pedagang tersebut membeli harga yang sama sebagai supplier, tetapi saat dijual harga tersebut mulai dari Rp 16 ribu hingga Rp 20 ribu.

"Upaya yang kami lakukan ini setidaknya bisa menurunkan dari yang harga di atas Rp 17 ribu per kilo itu setidaknya bisa kami tekan di harga Rp 17 ribu dalam waktu dekat ini," katanya.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, pihak kepolisian juga berusaha untuk mempelajari permasalahan pada tingkat distribusi hingga tingkat hilirnya, yang di mana ingin mengetahui inti dari permasalahan tersebut yang berdampak kepada harga yang berbeda hingga Rp 3 sampai Rp 4 ribu ini.

Sehingga melalui kegiatan satgas pengendalian minyak goreng ini, pihak kepolisian berusaha untuk mengurangi harga minyak hingga klasifikasi kuning atau 10 persen dari harga HET.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved