Punya Warisan Ikut PPS? Bebas Denda Pajak?

Secara umum, warisan dan pengalihannya tidak dikenai pajak sepanjang terdapat bukti waris. Namun, atas warisan sendiri dianggap sebagai harta

Editor: Mohamad Rizki
Istimewa/Kanwil DJP Jawa Barat III
Sesuai dengan Pasal 4 ayat (3) Undang Undang Nomor 28 Tahun 2007 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah diubah terakhir dengan UU Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan, warisan dikecualikan dari objek pajak. Secara umum, warisan dan pengalihannya tidak dikenai pajak sepanjang terdapat bukti waris. Namun, atas warisan sendiri dianggap sebagai harta kepemilikan yang wajib dilaporkan dalam SPT Tahunan. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- “Mbak, saya tu baru saja dapat warisan orang tua yang meninggal pada tahun 2020.

Itu apakah perlu diikutkan dalam PPS?” sayup suara dari seberang telepon membuka pembicaraan. Pertanyaan tersebut memang kerapkali dilontarkan oleh wajib pajak seiring dengan pemberlakuan Program Pengungkapan Sukarela (PPS) pada awal 2022 ini.

Kabar yang beredar, Menteri Keuangan pun memberikan pilihan untuk mengungkapkan harta warisan tersebut dalam PPS. Loh, padahal kan, warisan bukan objek pajak?

Warisan dalam UU Pajak Penghasilan

Sesuai dengan Pasal 4 ayat (3) Undang Undang Nomor 28 Tahun 2007 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah diubah terakhir dengan UU Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan, warisan dikecualikan dari objek pajak.

Secara umum, warisan dan pengalihannya tidak dikenai pajak sepanjang terdapat bukti waris. Namun, atas warisan sendiri dianggap sebagai harta kepemilikan yang wajib dilaporkan dalam SPT Tahunan.

Lalu, apakah warisan wajib diikutkan dalam PPS? Dikutip dari laman resmi pajak.go.id, “PPS adalah pemberian kesempatan kepada Wajib Pajak untuk melaporkan/mengungkapkan kewajiban perpajakan yang belum dipenuhi secara sukarela melalui pembayaran  Pajak Penghasilan ( PPh) berdasarkan pengungkapan harta.”

Berdasarkan hal tersebut, Direktorat Jenderal Pajak memberikan pilihan untuk mengungkapkan harta yang belum dicantumkan pada SPT Tahunan 2020 dalam program pengungkapan sukarela.

Dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 196/PMK.03/2021 tentang Tata Cara Pelaksanaan Program Pengungkapan Sukarela Wajib Pajak, tidak diatur secara khusus terkait ketentuan warisan tersebut.

Oleh karena itu, wajib pajak dapat memilih untuk mencantumkan harta warisan tersebut ke dalam Surat Pemberitahuan Pengungkapan harta sesuai dengan kebijakan mana yang diikuti. Alternatif lainnya, wajib pajak dapat menyampaikan pembetulan SPT Tahunan dengan mencantumkan tambahan warisan dalam kolom harta yang disediakan.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved