Info Otomotif

Rem Bermasalah, Mercedes-Benz Tarik 1 Juta Mobil Tua di Seluruh Dunia

Mercedes-Benz menarik sekitar 993.407 kendaraan dari seluruh dunia, dan sekitar 70.000 kendaraan yang disita tersebut berada di Jerman.

Editor: Damanhuri
TribunnewsBogor.com/Yudistira Wanne
ILUSTRASI - Mercedes-Benz 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Otoritas Transportasi Federal Jerman (KBA) mengatakan, Mercedes-Benz akan menarik hampir satu juta kendaraan model lama di seluruh dunia, karena adanya masalah pada sistem pengereman.

Dikutip dari NDTV, dalam sebuah pernyataanya KBA melaporkan, penarikan tersebut meliputi model kendaraan seri ML, GL (BR 164) dan R-Class (BR 251) yang diproduksi antara tahun 2004 dan 2015.

“Korosi pada booster rem dalam kasus terburuk dapat menyebabkan sambungan antara pedal rem dan sistem pengereman terputus. Akibatnya, rem servis bisa berhenti berfungsi,” kata KBA.

KBA menambahkan, Mercedes-Benz menarik sekitar 993.407 kendaraan dari seluruh dunia, dan sekitar 70.000 kendaraan yang disita tersebut berada di Jerman.

Mercedes-Benz mengonfirmasi penarikan tersebut melalui sebuah pernyataan yang dikirim ke situs berita AFP, dan mengatakan penarikan itu didasarkan pada analisis laporan mengenai masalah pada kendaraan tertentu.

“Dalam kasus korosi yang sangat parah yang jarang terjadi, mungkin saja manuver pengereman yang sangat kuat atau keras menyebabkan kerusakan mekanis pada booster rem, di mana koneksi antara pedal rem dan sistem rem akan gagal."

"Dalam kasus yang sangat jarang terjadi, tidak mungkin memperlambat kendaraan melalui rem servis. Dengan demikian, risiko kecelakaan atau cedera akan meningkat,” kata produsen mobil ini.

Perusahaan ini mengatakan akan segera memulai penarikan kembali dan menghubungi pemilik kendaraan yang berpotensi terkena dampak masalah pengereman ini.

Mercedes-Benz mengungkapkan, proses penarikan akan meliputi pemeriksaan hingga mengganti suku cadang mobil jika diperlukan.

“Proses penarikan akan melibatkan pemeriksaan kendaraan yang berpotensi terkena dampak dan, tergantung pada hasil pemeriksaan, mengganti suku cadang jika diperlukan. Sampai pemeriksaan dilakukan, kami meminta pelanggan kami untuk tidak mengemudikan kendaraannya.” kata perusahaan itu.

(Tribunnews, Nur Febriana Trinugraheni)

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved