Meninggal Dunia di Pangkuan Sang Ibu, Murid SD di Binjai Alami Nasib Pilu di Sekolah, Tubuhnya Memar

Saat ditanya, Ikhsan tak menjawab apa-apa. Bahkan, sekadar menggelengkan kepala pun, Ikhsan sudah tidak bisa.

Editor: khairunnisa
Shutterstock via Kompas.com
Ilustrasi - Bocah 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - M Ikhsan Haminti, murid SD Negeri di Kota Binjai, Sumatera Utara meninggal dunia di pangkuan ibundanya, Santi Citra Dewi.

Ikhsan diduga meninggal akibat dikeroyok enam murid SD lainnya.

Saat diwawancarai, air mata Santi tak hentinya menetes.

Ia beberapa kali terlihat sesenggukan, sebelum akhirnya menyeka air matanya.

Menurut Santi, Ikhsan meninggal dunia di pangkuannya.

Sebelum meninggal dunia, Ikhsan yang kala itu dalam kondisi lemas diduga digebuki teman sekelasnya sempat lama menatap Alquran yang tergantung di dinding rumah.

"Kami peluk sambil bertanya, kenapa Ikshan, kenapa enggak mau bicara, sakit apa," kata Santi mengulang percakapannya dengan putranya yang telah tiada itu, Kamis (9/6/2022).

Saat ditanya, Ikhsan tak menjawab apa-apa.

Baca juga: 3 Bocah SMP Berulah, Pakaian Dalam dan Sandal Warga Jadi Sasaran, Kasusnya Berakhir Seperti Ini

Bahkan, sekadar menggelengkan kepala pun, Ikhsan sudah tidak bisa.

Tak lama berselang, Ikhsan kemudian meninggal dunia di pangkuan Santi.

Sontak, kenyataan itu membuat Santi begitu sedih. Dia terpukul melihat kondisi anaknya.

Sebelum tahu anaknya itu diduga digebuki teman sekelas, Santi sempat curiga melihat luka yang ada di tubuh Ikhsan.

Saat jenazah Ikhsan dimandikan, ada luka memar di punggung dan dada.

Kemudian, telinganya juga membiru.

Ilustrasi pemukulan.
Ilustrasi pemukulan. ((Kompas.com/ Ericssen))
Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved