Cerita Pilu Pekerja Kena PHK di Bogor, Tunggu Pesangon yang Tak Kunjung Turun Hingga Meninggal Dunia

Seorang pekerja di Cileungsi, Kabupaten Bogor bernama Anwar Gunawan tak bernasib mujur seperti pekerja-pekerja lainnya.

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Vivi Febrianti
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Demo aksi damai menuntut pembayaran pesangon di Cileungsi, Kabupaten Bogor, Senin (13/6/2022). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CILEUNGSI - Seorang pekerja di Cileungsi, Kabupaten Bogor bernama Anwar Gunawan tak bernasib mujur seperti pekerja-pekerja lainnya.

Saat memasuki usia paruh baya, Anwar malah terkena Pemutusan Hak Kerja ( PHK) massal dari sebuah perusahaan furnitur setelah dia bekerja selama 11 tahun di perusahaan tersebut.

"Waktu itu suami sudah 11 tahun bekerja di sana, di- PHK tahun 2018," kata sang istri, Ida Farida (54) kepada TribunnewsBogor.com, Senin (13/6/2022).

Pasca kena PHK, Anwar dan para pekerja lainnya yang juga bernasib serupa, rupanya tak mendapat surat keterangan Paklaring dari perusahaan yang memberinya PHK.

Sehingga dia dan rekan-rekannya sulit melamar pekerjaan ke perusahaan baru karena paklaring menjadi persyaratan.

Pasca kehilangan pekerjaan, Anwar menjadi tak punya pemasukan sama sekali padahal dia harus menghidupi keluarganya.

Anwar pun saat itu sangat berharap uang pesangon dari perusahaan yang memberinya PHK namun rupanya tak kunjung dibayarkan.

Anwar pun keburu meninggal dunia pada tahun 2019 karena sakit sebelum mendapat pesangon.

"Waktu itu belum ada pamasukan pas udah di- PHK. 2019 suami saya sakit, mungkin suami saya ngedrop kali ya, biasanya ada kegiatan jadi gak ada kegiatan," kata Ida Farida.

Pasca ditinggal suami, Ida kini mengandalkan usaha jualan kecil-kecilan untuk bertahan hidup.

Anwar yang meninggal saat menunggu pesangon pasca kena PHK rupanya juga dialami oleh dua pekerja lainnya.

Hal ini dikatakan oleh Korlap Aksi Toni Agusman seusai menggelar demo aksi damai di Cileungsi menuntut pesangon yang tak kunjung dibayar oleh perusahaan yang hampir 4 tahun lamanya.

"Padahal kita aja udah ada tiga orang yang meninggal, belum yang kena stroke, yang sakit, yang cerai, saya aja udah putih rambut," kata Toni Agusman.

Baca juga: 4 Tahun Tak Terima Pesangon Usai Kena PHK Massal, Pekerja di Cileungsi Ancam Demo di Istana

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved