Polresta Bogor Kota Gelar Operasi Patuh Lodaya 2022, Ini 7 Pelanggaran yang Jadi Prioritas

Polresta Bogor Kota mulai melaksanakan Operasi Patuh Lodaya 2022 di sejumlah titik Kota Bogor.

Penulis: Rahmat Hidayat | Editor: Vivi Febrianti
TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat
Polresta Bogor Kota lakukan apel persiapan dalam rangka Operasi Patuh Lodaya di Mako Polresta Bogor Kota, Senin (13/6/2022) 

Sementara itu, di lokasi yang sama, Kasatlantas Polresta Bogor Kota Kompol Galih Apria menjelaskan, dalam operasi yang akan digelar selama dua pekan ini, ratusan personel Satlantas akan diturunkan di beberapa titik.

"Khusus satlantas sejumlah 134 personil di bantu dari jajaran secara keseluruhan semua fungsi," kata Galih.

Dari ratusan personel itu, ungkap Galih, nantinya akan terus disiagakan.

Sesuai tema, kata Galih, ratusan personel tersebut akan terus berupaya untuk menurunkan angka kecelakaan dan vatalitas korban dalam berkendara.

"Artinya kita upayakan karena tema kita hari ini adalah menurunkan angka kecelakaan dan vatalitas korban. Mudah-mudahan setelah tadi sama sama kita petakan jadi sengaja kami memetakan dengan memperbanyak titik trouble spot dan black spot sehingga upaya kita selama dua minggu kedepan zero exshedain bisa ke capai tidak ada kecelakaan yang fatal," ungkapnya.

Angka fatalitas yang terjadi itu, diakui Galih, banyak terjadi dan berawal dari melawan arus.

Sehingga, kata Galih, pihaknha memang memprioritaskan tindakan penilangan bagi yang melawan arus.

"Kenapa kami memberikan prioritas khusus untuk penilangan melawan arus karena banyak kejadian kecelakaan diawali dari pelanggaran melawan arus," ungkapnya.

Dari titik yang dipetakan itu, kata Galih, para personel itu nantinya akan melakukan pergerakan sehingga bisa dikatakan operasi mobile.

Bahkan, dari beberapa titik yang sudah dipetakan, pihaknya akan memantau lewat kamera pengawas CCTV yang sudah disiapkan.

"Operasi yustisi tidak di perbolehkan. Jadi kita upayakan mobile ke semua anggot pada titik titik tertentu. Tadi kita udah petakan mana saja titik-titik yang banyak pelanggaran. Disitu di siapkan anggota anggota kita yang menggunakan kendaraan bermotor maupun mobil kita mobile. Sehingga ada pelanggaran dapat di perlihatkan," jelas Galih.

"Tadi juga kita ada tambahan beberapa pasang titik CCTV. Seperti salah satunya contohnya di pertigaan Batu Tulis di depan SD itu sama sama kita liat kalau pagi dan sore sering banyak orang  nyuri jalan sehingga nanti ada bukti bukti ketika dia melanggar. Nanti di depan anggota kita untuk mobile untuk menahan dan memberikan tentunya memberikan penilangan," tandasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved