Bos Pukul Anak Buah Terjadi di Bogor Dipicu Sampah Plastik, Berakhir Salaman di Kantor Polisi

Pemukulan ini dilakukan oleh bos pengepul sampah plastik berinisial D kepada anak buahnya yang merupakan pengumpul sampah berinisial A.

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Damanhuri
istimewa/Polres Bogor
Kasus penganiayaan bos pukul anak buah di Parungpanjang Bogor berakhir damai setelah Polisi menempuh restoratif justice. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, PARUNGPANJANG - Kasus penganiayaan berupa pemukulan oleh seorang bos kepada anak buah terjadi di wilayah Parungpanjang, Kabupaten Bogor.

Pemukulan ini dilakukan oleh bos pengepul sampah plastik berinisial D kepada anak buahnya yang merupakan pengumpul sampah berinisial A.

Korban A yang tidak terima atas pemukulan itu melapor ke Polsek Parungpanjang dengan nomor laporan polisi LP/B/117/VI/2022/Sektor Parungpanjang tertanggal 3 Juni 2022 tentang tindak pidana penganiayaan.

Kasi Humas Polres Bogor AKP Ita Puspita Lena menjelaskan bahwa pemukulan ini dipicu kekesalan sang bos atas ulah korban.

Korban A awalnya mengambil upah lebih dulu terkait penyetoran sampah plastik untuk si pelaku.

Namun sampah plastik yang dimaksud tak kunjung diberikan oleh si korban kepada si pelaku.

"Jadi bos pengepul sampah sama anak buahnya. Anak buahnya sudah ngambil upahnya, tapi plastiknya malah dijual ke bos sampah yang lain, lalu terjadi pemukulan," kata AKP Ita Puspita Lena saat dikonfirmasi TribunnewsBogor.com, Rabu (15/6/2022).

Setelah dilaporkan ke Polsek Parungpanjang oleh korban, pihak kepolisian kemudian menempuh Restorative Justice (RJ).

Hal ini berdasarkan Perpol 8 tahun 2019 tentang penanganan tindak pidana berdasarkan keadilan restoratif.

"Sesuai perintah Bapak Kapolri untuk menerapkan RJ dan tidak bersifat transaksional," tambah Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Siswo DC Tarigan.

Kegiatan ini difasilitasi oleh Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin di ruang Command Center Polres Bogor yang mana kedua belah pihak melakukan musyawarah terkait kasus penganiayaan tersebut.

Dihadiri oleh Kasat Reskrim Polres Bogor bersama orang tua korban A, orang tua Tersangka D serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Pelaku D sang bos pengepul sampah ini pun bernapas lega karena perkara ini berakhir damai dan dia bebas dari tuntutan hukum pasca korban dan keluarga korban memaafkan perbuatannya.

"Tersangka bersama dengan keluarganya telah meminta maaf kepada korban atas tindakan yang dilakukan oleh tersangka, dan korban pun memaafkannya," ungkap AKP Siswo DC Tarigan.

Kedua belah pihak pun berakhir pelukan serta bersalaman mengakhiri musyawarah tersebut disaksikan petugas Polres Bogor dan para tokoh yang hadir.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved