Cerita Ibu Hamil di Pelosok Bogor Melahirkan di Perjalanan Imbas Jalan Rusak, Nama Anak Disorot

Sampai tahun 2022 ini rupanya masih ada jalan di wilayah Bogor yang sama sekali belum tersentuh aspal maupun beton.

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Yudistira Wanne
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Kondisi jalan di wilayah Kampung Panunggangan, Desa Banyuasih, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Kamis (16/6/2022). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIGUDEG - Sampai tahun 2022 ini rupanya masih ada jalan di wilayah Bogor yang sama sekali belum tersentuh aspal maupun beton.

Akses jalan tertinggal ini statusnya bahkan bukan jalan desa, melainkan jalan kabupaten.

Pantauan TribunnewsBogor.com, Kamis (16/6/2022), akses jalan ini berada di wilayah Kampung Panunggangan, Desa Banyuasih, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor.

Area jalan tertinggal ini berjarak sekitar 40 km dari pusat pemerintahan Kabupaten Bogor di Cibinong.

Kondisi jalan ini terpantau hanya berlapis bebatuan berkelok dan naik turun perbukitan diantara area hutan dengan kondisi bebatuan jalan sudah nyaris tak beraturan.

Di beberapa titik jalan bebatuan ini bahkan terdapat kubangan lumpur yang mau tak mau harus dilalui oleh para pengguna jalan.

Warga di kawasan ini terpantau masih banyak menggunakan jalan tersebut dengan berjalan kaki, meskipun terpantau ada saja warga yang melintas menggunakan motor roda dua.

"Ini jalan dari dulu emang begini, beberapa diajukan, ikut musrembang, gak ada jawaban," kata Pak Kurtubi, petani setempat saat ditemui TribunnewsBogor.com, Kamis (16/6/2022).

Jalan yang tertinggal dibanding desa lainnya ini memiliki panjang sekitar 6 km.

Namun tidak hanya itu, warga di kampung terpencil yang bahkan minim signal provider ini pun harus menempuh jarak sekitar 18 km untuk mendapat akses kesehatan.

"Dari sini kalau gak salah 18 km ke Puskesmas Cigudeg," kata Kurtubi.

Dia mengatakan bahwa saat ada warga ibu hamil hendak melahirkan pun sampai pernah ada kejadian mendadak melahirkan di perjalanan karena tertalu lama saat melintasi akses jalan yang tak layak tersebut.

Peristiwa itu terjadi beberapa tahun silam yang mana saat itu, kata dia, ibu hamil tersebut diangkut menggunakan mobil bak terbuka.

"Sangat repot karena lama (sampai), yang mau melahirkan ya melahirkan di jalan karena kondisi jalannya kayak gini, pernah kejadian itu," kata Kurtubi.

Saat itu pasca melahirkan di atas mobil bak terbuka di tengah perjalanan, sang ibu hamil tak jadi dibawa ke bidan, tapi dibawa pulang kembali ke rumah oleh warga yang mengantarnya.

Kejadian itu pun heboh dan ramai dibicarakan warga sekampung.

Sampai akhirnya anak berjenis kelamin perempuan tersebut diberi nama 'Rame' oleh orang tuanya yang dikenal dengan nama panggilan 'Ame'.

"Dikasih nama itu, jadi warga itu ramai (rame) karena ada orang lahiran di jalan, anaknya sekarang sudah lulus SMP," ucap warga Kampung Panunggangan.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved