Genjot Pariwisata di Labuan Bajo, Siloam Hospitals Luncurkan International Medical Centre

Siloam Hospitals Group meluncurkan International Medical Center Labuan Bajo untuk memberikan kenyamanan bagi turis asing yang berwisata.

Penulis: widi henaldi | Editor: Soewidia Henaldi
TribunnewsBogor.com/Soewidia Henaldi
International Medical Center Siloam Hospitals Labuan Bajo diluncurkan, Kamis (16/6/2022) untuk menunjang sektor pariwista dan memberikan kenyamanan turis asing yang membutuhkan pelayanan medis yang memadai. Tampak Jhon Riady, Presiden Komisaris Siloam Hospitals, Wakil Bupati Manggarai Barat Yulianus Weng dan Caroline Riady, Vice President Siloam Hospitals. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, LABUAN BAJO - Siloam Hospitals Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengembangkan sayap dengan meluncurkan International Medical Center.

Babak baru rumah sakit yang berada di bawah naungan Siloam Hospitals Group itu diperkenalkan ke publik pada Kamis (16/6/2022).

International Medical Center Siloam Hospitals ini diharapkan bisa menjadi melayani para turis asing yang berkunjung ke Labuan Bajo.

Peluncuran Siloam International Medical Center dilakukan oleh Caroline Riady, Vice President Siloam Hospitals Group dan John Riady, Presiden Komisaris Siloam Hospitals Group.

Hadir dalam peluncuran tersebut sejumlah pejabat di Kabupaten Manggarai Barat, diantaranya Wakil Bupati dr Yulianis Weng.

Babak baru Siloam Hospitals International Medical Center semakin memperkuat keberadaan RS Siloam di Labuan Bajo yang telah beroperasi sejak 2016 lalu.

Rumah sakit yang berada di dekat lokasi wisata Labuan Bajo ini dipandang perlu untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, khususnya bagi para turis asing.

Seperti diketahui, sejak Covid-19 melandai, destinasi wisata Labuan Bajo kembali dibanjiri wisatawan.

Baik wisatawan lokal maupun asing.

Para turis asing datang ke Labuan Bajo untuk menikmati wisata air, seperti diving, snorkeling juga menjelajah pulau Komodo.

Tak pelak, terkadang risiko kecelakaan juga terjadi, seperti terluka atau patah tulang ketika trekking, kena gigitan komodo ataupun ular, hingga dekompresi ketika diving.

"Tapi selama ini pasien turis asing harus diterbangkan ke luar pulau, seperti ke Bali atau Lombok, karena tidak bisa dirawat di Labuan Bajo lantaran belum ada fasilitas kesehatan yang memadai dan cepat," ujar Caroline Riady, Vice President Siloam Hospitals Group, saat pidato peresmian.

Karena itulah, lanjut Caroline Riady Siloam Hospitals Group, yang merupakan salah satu lini usaha Lippo Group, mendirikan Labuan Baju International Medical Centre.

Fasilitas ini bisa menangani kegawat-daruratan yang dialami wisatawan mancanegara.

"Kami harapkan kehadiran fasilitas baru ini bisa memberikan ketenangan bagi wisatawan saat berlibur,” ujar Caroline.

Menurut Carol, sapaan akrab Caroline, pihaknya tetap mengharapkan tidak terjadi cedera bagi turis saat berlibur.

Dengan hadirnya Labuan Bajo Intrernational Medical Centre, ia berharap pihak rekanan hotel dan travel tak perlu khawatir dan mereka pun bisa mengatakan kepada wisatawan, baik domestik maupun asing.

Wanita yang menyukai diving ini menambahkan, para penyelam biasanya paling khawatir terkena decompression sickness yang harus ditangani dalam waktu yang singkat.

RS Siloam Hospitals Labuan Bajo menyiapkan fasilitas hyperbaric (oxygene therapy) bagi para penyelam.
RS Siloam Hospitals Labuan Bajo menyiapkan fasilitas hyperbaric (oxygene therapy) bagi para penyelam. (TribunnewsBogor.com/Soewidia Henaldi)

Untuk memenuhi kebutuhan para penyelam itulah RS Siloam Labuan Bajo menyiapkan fasilitas hyperbaric (oxygene therapy).

"Itulah sebabnya Labuan Bajo International Medical Centre diresmikan dengan tujuan memberikan kenyamanan dan kemudahan kepada turis sebagai one stop service, sehingga pihak hotel, travel agent, termasuk Pemkab Manggarai Barat tidak ragu menggencarkan wisata di Labuan Bajo," ujar putri James Riady ini.

Ke depannya, Carol ingin fasilitas yang ada di RS Labuan Bajo ini tidak hanya melayani wisatawan yang cedera, tapi juga menghadirkan layanan wisata medis.

Imbasnya bisa meningkatkan jumlah kedatangan wisatawan.

"Mereka bisa tinggal di hotel yang baik, berkunjung ke pusat diving, setelah itu ke RS Labuan Bajo untuk terapi anti-aging, untuk pemulihan yang lebih baik," ujarnya.

Cerita James Riady

RS Siloam Labuan Bajo merupakan Rumah sakit ke-24 dari 41 rumah sakit di bawah bendera Grup RS Siloam.

Sebanyak 85 % pasien RS Labuan Bajo adalah peserta BPJS Kesehatan.

Siloam Hospitals Labuan Bajo International Medical Center memiliki sejumlah fasilitas kamar rawat inap yang memadai berbagai kelas.

Salah satunya ruang rawat inap berkelas President Suites.

Carol bercerita, kehadiran Grup Lippo di Labuan Bajo berawal 10 tahun lalu ketika ayahnya, James Riady, diajak untuk berkunjung.

"Pak James, datanglah ke Labuan Bajo. Ini surga di bumi. Ternyata setelah berkunjung untuk pertama kalinya, Pak James langsung jatuh cinta dengan alam dan masyarakat setempat," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, John Riady, Presiden Komisaris Siloam Hospitals Group, menyatakan bahwa strategi Grup Lippo ketika masuk ke daerah baru selalu membangun pertama kali rumahsakit dan sekolah.

"Begitu juga yang kami lakukan di Labuan Bajo di tahun 2016. Ini merupakan langkah pertama kali untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat, kepada perekonomian Labuan Bajo," kata Jhon.

Sementara itu dalam sambutannya, dr Yulianis Weng, Wakil Bupati Manggarai Barat mengatakan bahwa di antara 5 destinasi wisata superprioritas yang ditetapkan pemerintah, Labuan Bajo paling diminati investor.

Karena itu pihaknya ingin meningkatkan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, khususnya setiap wisatawan.

"Kami juga ingin menjadi daerah ini bersih, rapi, bebas dari sampah, sehingga investor tidak ragu untuk masuk Labuan Bajo," ujar Yulianis Weng penuh semangat.

Untuk itu, pihaknya ingin memberikan pelayanan kesehatan yang baik, tidak hanya kepada masyarakat, tapi juga kepada para tamu yang datang.

"Di Labuan Bajo ada spot-spot wisata yang indah di dunia. Maka sektor kesehatan harus ditumbuhkan dan dikuatkan. Kami bersyukur selama ini sudah ada RS Siloam yang sangat membantu pemda dalam melayani masyarakat," ujarnya.

Selain wujud layanan Labuan Bajo International Medical Center ini, Yulianus Weng turut mengingatkan kepada semua pihak agar terus meningkatkan komunikasi dan kerjasama sebagai bentuk kepedulian dan dukungan agar semakin meningkatkan pariwisata di Labuan Bajo.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved