Suami Terkapar di Warung, Istri Buche Geram Dipelototi Pelaku saat Reka Ulang : Kenapa Kalian Tega?

Saat rekonstruksi, istri korban yang ikut menyaksikan merasa geram saat melihat tampang para pelaku yang malah memelototi dirinya.

Penulis: Uyun | Editor: Tsaniyah Faidah
Kompas/katantt
rekonstruksi pengeroyokan yang menewaskan Buche Timo di Kupang 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Hati istri mana yang tak sedih mengetahui suaminya tewas terkapar babak belur dikeroyok 8 orang.

Hal itulah yang dialami Mariana Ludji (35) istri dari Buche Timo (43).

Suami Mariana, Buche Timo terkapar di depan bengkel miliknya, di kawasan Desa Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Kamis (14/4/2022) dini hari.

Setelah pelaku ditangkap, polisi kemudian menggelar rekonstruksi dan reka ulang adegan pembunuhan.

Saat rekonstruksi, istri korban yang ikut menyaksikan merasa geram saat melihat tampang para pelaku yang malah memelototi dirinya.

Seolah tak bersalah, para pelaku ini terus menatap tajam ke arah istri Buche.

Total ada lima pelaku yang dihadirkan. Mereka adalah BA alias Tian, RL alias To'o Ron, NPK alias Nensa, AB alias Yanto, dan YM alias Yulens.

Sementara tiga orang pelaku lainnya yakni IB, AU dan SA masuk dalam daftar pencarian orang.

Polisi pun melakukan rekonstruksi di Polsek Kelapa Lima pada Jumat (17/6/2022).

Reka ulang dipimpin Kapolsek Kelapa Lima, AKP Aulia Robby Putra, SIK, dan dihadiri istri korban, Mariana Ludji.

Baca juga: Air Mata Ini Belum Kering, Ucap Istri Buche Hatinya Hancur Lihat Reka Ulang Suami Tewas Dikeroyok

Kronologi Pengeroyokan Berdasarkan Reka Ulang

Dilansir dari Kompas.com, dalam reka ulang ini terungkap kalau para pelaku yang berjumlah 8 orang ini sempat pesta  minuman keras jenis sopi dan bir.

Setelah pesta miras, ke-8 pelaku naik motor sambil saling boncengan.

Tak lama kemudian, para pelaku datang ke warung kios milik korban Buche Timo.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved