Bima Arya dan Yane Ardian Beri Motivasi Peserta Jambore Ajang Kreativitas dan Genre Kota Bogor 2022

Kepada para peserta Bima Arya menyampaikan bahwa hidup didunia ini sejatinya adalah untuk menjawab satu pertanyaan

Editor: Mohamad Rizki
Istimewa/Pemkot Bogor
Wali Kota Bogor, Bima Arya bersama Bunda Genre Kota Bogor, Yane Ardian memberikan motivasi kepada para peserta Jambore Ajang Kreativitas Remaja dan Grand Final Duta Generasi Berencana (Genre) Kota Bogor 2022 di Balai Besar Biogen Kota Bogor, Sabtu (25/6/2022). 

Ketika menginjak usia 20 atau 21 tahun, remaja banyak yang merasa sudah besar, dewasa, sudah bisa mengambil keputusan atau menentukan pilihan sendiri.

Padahal bisa jadi ketika keputusan itu diambil, masih salah karena Lobus Frontalnya belum matang.

"Untuk itu anak remaja harus sering buat kegiatan-kegiatan positif, berkumpul atau berdiskusi, saling tukar pikiran atau ide, mendapatkan motivasi agar sistem limbik dalam otak memiliki emosi positif bukan hal-hal yang negatif.

Sistem limbik adalah bagian otak yang mengatur emosi seseorang atau remaja," katanya.

Wali Kota Bogor, Bima Arya bersama Bunda Genre Kota Bogor, Yane Ardian memberikan motivasi kepada para peserta Jambore Ajang Kreativitas Remaja dan Grand Final Duta Generasi Berencana (Genre) Kota Bogor 2022 di Balai Besar Biogen Kota Bogor, Sabtu (25/6/2022).
Wali Kota Bogor, Bima Arya bersama Bunda Genre Kota Bogor, Yane Ardian memberikan motivasi kepada para peserta Jambore Ajang Kreativitas Remaja dan Grand Final Duta Generasi Berencana (Genre) Kota Bogor 2022 di Balai Besar Biogen Kota Bogor, Sabtu (25/6/2022). (Istimewa/Pemkot Bogor)

Kenakalan remaja yang terjadi seperti terlibat tawuran, penyalahgunaan narkoba hingga terjerat pornografi serta lainnya dikarenakan belum sempurnanya perkembangan otak sehingga kurang matang pemikirannya.

Apa yang ditawari acapkali langsung diterima atau diambil tanpa dipertimbangkan sebab akibatnya.

"Otak adalah bagian vital dari setiap manusia. Saat remaja jika otaknya sudah rusak, maka masa depan tidak bisa dipertanggungjawabkan lagi.

Bicara cita-cita, bicara nasib kita. Nasib dipengaruhi pikiran dan perasan, sukses bukan karena cerdas tapi seringkali karena nasibnya baik. Pola pikir yang baik bisa membuat seseorang menyikapi sesuatu dengan baik," kata Yane.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved