IPB University

IPB University Terjunkan 71 Mahasiswa KKN-T di Ponorogo, Bantu Ekspor Kuliner Sate dan Gulai

Sebanyak 71 mahasiswa KKN-T yang diterjunkan diantaranya adalah mahasiswa koasisten SKHB IPB University dan dari fakultas lainnya.

Editor: Tsaniyah Faidah
Dokumentasi Humas IPB University
IPB University serahkan 71 Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Tematik (KKN-T) di Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - IPB University serahkan 71 Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Tematik ( KKN-T) di Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur.

Serah terima dilakukan oleh Wakil Rektor bidang Internasionalisasi, Kerjasama dan Hubungan Alumni IPB University, Prof Dr Dodik Ridho Nurrochmat kepada Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, 20/6.

Sejumlah mahasiswa IPB University itu akan bekerjasama dengan 20 mahasiswa Universitas Darussalam Gontor dan 12 mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Ponorogo yang juga melakukan program KKN di 15 desa di Kabupaten Ponorogo.

Prof Dodik Ridho Nurrochmat mengulas terkait upaya percepatan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Ponorogo melalui kuliner khasnya, sate dan gulai.

“Salah satu kuliner andalan khas Kabupaten Ponorogo adalah sate dan gulai. Apabila dipoles dengan inovasi dan teknologi dari IPB University, bisa diawetkan hingga beberapa bulan. Sehingga komoditas tersebut dapat menjadi andalan ekspor ponorogo,” ucapnya.

Sebanyak 71 mahasiswa KKN-T yang diterjunkan diantaranya adalah mahasiswa koasisten Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University yang akan membantu penanganan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Sedangkan mahasiswa dari fakultas lainnya akan berperan mempercepat pertumbuhan ekonomi pedesaan khususnya di bidang pertanian dan peternakan.

Bupati ponorogo, Sugiri Sancoko sangat menyambut baik kedatangan mahasiswa KKN-T IPB University.

Ia menyampaikan, empat kecamatan di Kabupaten Ponorogo secara lokasi geografis memiliki potensi pertanian. Ada lokasi khusus padi, peternakan sapi, hortikultura dan tanaman bunga.

Dari potensi itu ia mengeluhkan di wilayahnya sangat minim pakar pertanian, terlebih kaitannya dengan tenaga medik veteriner untuk menangani PMK yang menyerang sapi.

Pihaknya hanya memiliki 10 tenaga medik veteriner dalam penanganan PMK. Kata Sugiri, mereka harus melayani kasus kesakitan pada hewan di 21 kecamatan.

“Adanya mahasiswa SKHB akan membantu kami menanggulangi penyebaran virus yang kini menyerang ribuan sapi itu. Selain itu, saya berharap kedatangan mahasiswa KKN-T IPB University dapat membantu menggembangkan sektor pertanian di wilayah Kabupaten Ponorogo,” ujarnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved