Masih Di Bawah Umur, 5 Pelaku Penganiayaan Remaja Perempuan di Taman Sempur Tidak Ditahan

Lima pelaku penganiayaan terhadap remaja wanita berinisial FC (15) di Taman Sempur Kota Bogor tidak ditahan.

Penulis: Rahmat Hidayat | Editor: Vivi Febrianti
TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat
Rilis Polresta Bogor Kota mengenai perundungan remaja perempuan di Taman Sempur, Rabu (29/6/2022). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Lima pelaku penganiayaan terhadap remaja wanita berinisial FC (15) di Taman Sempur Kota Bogor tidak ditahan.

Kelima pelaku yang juga merupakan teman korban tersebut tidak ditahan karena masih dalam kategori di bawah umur.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, saat ini pihaknya akan melakukan upaya disversifikasi kepada kelima pelaku.

"Istilahnya adalah anak berhadapan dengan hukum, ataupun permasalahan-permasalahan terkait dengan anak ada proses difersivikasi, musyawarah ada restorative justice yang akan kami lakukan termasuk konseling secara psikologi," kata Susatyo saat dijumpai di Mako Polresta Bogor Kota, Rabu (29/6/2022).

Susatyo menjelaskan, upaya itu pun akan didukung dengan upaya lain termasuk trauma healing kepada korban.

Sehingga, kata Susatyo, kelima orang atau para remaja itu masih dapat dilakukan pembinaan ke depannya.

"Pelaku dan korban sebagai trauma healing nanti kita akan lakukan. Karena masih bisa dibina untuk tidak melakukan hal-hal seperti ini," jelasnya.

Pembimbing Pemasyarakatan Bapas Kelas II Bogor, Julizar Jusuf Hutahaean menjelaskan, akan melakukan pendampingan kepada para pelaku.

Pendampingan itu akan dilakukan mulai dari pemeriksaan polisi, kejaksaan, hingga sidang pengadilan.

"Diversi ini adalah bentuk dari salah satu restorative justice, penyelesaian perkara di luar pengadilan tetapi harus ada kesepakatan dari dua belah pihak terutama pihak korban," kata Julizar.

Diversi ini lebih lanjut Julizar mengatakan, akan terus dilanjutkan ketika tidak terjadi kesepakatan di tingkat penyelidikan.

"Nah diversi Ini wajib dilaksanakan bagi tindak pidana yang ancaman pidananya di bawah 7 tahun itu menurut uu no 12 2012.  Walaupun nanti tidak terjadi kesepakatan di tingkat penyelidikan bisa dilanjutkan nanti di tingkat kejaksaan dan apa bila tidak berhasil akan dilanjutkan kembali sebelum sidang di pengadilan," jelasnya.

Sehingga, tambah Julizar, dari diversi yang akan dilakukan, nanti dilihat dari kesepakatan antara pelaku perundungan dan korban perundungan.

"Nah kita liat nih kalau memang ancamannya di bawah 7 tahun dan pihak korban mau membuat kesepakatan ya terserah dari pihak korban kesepakatannya  seperti apa,

"Entah pembiayaan pengobatan atau seperti apa seperti apa. Itu bisa nanti dibuatkan berita acara dispersi ke pengadilan negeri ya," tandasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved