IPB University

Mahasiswa KKN-T IPB University di Cirebon, Lakukan Observasi Potensi Desa Mertapada Kulon

Dari hasil observasi ini, nantinya akan menjadi program kerja mahasiswa KKN-T IPB University sebagai solusi dan pengembangan dari masalah desa.

Editor: Tsaniyah Faidah
Dokumentasi Humas IPB University
Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Tematik (KKN-T) IPB University melakukan kunjungan ke kantor Desa Mertapada Kulon, Cirebon, Provinsi Jawa Barat. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Tematik (KKN-T) IPB University melakukan kunjungan ke kantor Desa Mertapada Kulon, Cirebon, Provinsi Jawa Barat.

Kunjungan ini bertujuan melakukan observasi terhadap potensi dan masalah yang ada di Desa Mertapa Kulon.

“Dari hasil observasi ini, nantinya akan menjadi program kerja mahasiswa KKN-T IPB University sebagai solusi dan pengembangan dari masalah dan potensi Desa,” ujar Ketua Kelompok KKN-T, Muhammad Zaidan Ahsan.

Ia mengatakan, berdasarkan pemaparan Nanang selaku Sekretaris Desa Mertapada Kulon, salah satu permasalahan desa saat ini adalah stunting dan penanggulangan sampah.

Muhammad Aries SP, MSi selaku dosen pembimbing KKN-T yang turut hadir menyampaikan, kegiatan KKN-T merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat desa di seluruh Indonesia.

Kegiatan ini sebagai implementasi ilmu yang selama ini didapat dari perguruan tinggi kepada masyarakat.

Selain Zaidan, mahasiswa KKN-T yang bertugas di Mertapada Kulon antara lain Ridho Utama Yusuf, Puspita Anahal, Ahmad Jaabir, Sanaya Nafa Adhira, Wani Datu’salamah, Rizma Maliyatuz Zakiyyah dan Syifa Istighfarani.

Pertemuan itu juga menjadi kesempatan mahasiswa memperkenalkan diri dan bersapa kepada perangkat desa.

Selain itu, tim KKN-T turut melakukan penyerahan tanaman IPB University dan buah tangan sebagai bentuk simbolis dan peresmian kegiatan KKN-T 2022 di Desa Mertapada Kulon.

Kegiatan observasi dilanjutkan dengan menemui salah satu buruh tani tebu di Dusun Mersi. Lewat diskusi, Zaidan dan mahasiswa KKN-T lainnya mendapati beberapa kendala petani dalam proses budidaya tebu.

Antara lain tidak dilakukannya pembibitan ulang maupun pembersihan sisa-sisa pertanaman pada periode tanam sebelumnya, permasalahan cekaman lingkungan seperti banjir ataupun musim kering, hingga serangan hama seperti tikus.

“Kami juga berkesempatan mengunjungi salah satu pusat pendidikan terbesar dan tertua yaitu Pondok Pesantren Buntet, Cirebon. Kami bertemu K M Luthfi Yusuf NZ, MA, Ketua Bidang II, Yayasan Pendidikan Pendidikan Islam (YLPI) Pesantren Buntet,” terang Zaidan.

Desa Mertapada Kulon dikenal memiliki fasilitas yang lengkap untuk menunjang pendidikan di tiap jenjangnya.

Dalam pertemuan itu, Luthfi mengharapkan mahasiswa KKN-T IPB University dapat berkontribusi untuk masyarakat sesuai dengan keilmuan yang diemban.

“Berkat kiprah seluruh warga pesantren, kami dipercaya untuk terlibat langsung dalam penanganan masalah sampah dan kesehatan di tengah masyarakat Dusun Buntet, Desa Mertapada Kulon, Cirebon,” ungkapnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved