IPB University

Solusi Praktis Peternak, Peneliti IPB University Ciptakan SORINFER, Pakan Komplit Berbahan Sorgum

Peneliti IPB University sukses menciptakan formula pakan komplit berbahan sorgum dan indigofera.

IPB University
Peneliti IPB University menemukan inovasi di bidang peternakan ini diberi nama SORINFER, sebuah formulasi pakan komplit berbahan sorgum dan indigofera. 

Tim Peneliti IPB University ini telah merancang SORINFER sebagai produk pakan komplit fermentasi siap saji dalam kemasan berbahan sorgum dan Indigofera.

“SORINFER adalah produk pakan komplit fermentasi baru yang mulai memasuki pasar. Bahan baku utama adalah Sorgum sebagai sumber energi dan Indigofera sebagai sumber protein. Kombinasi kedua bahan yang disusun dengan proporsi yang pas ditambah bahan aditif pakan (berdasarkan hasil penelitian sejak tahun 2017) menjadikan SORINFER sebagai pakan dengan komposisi nutrien yang seimbang dan memenuhi kebutuhan ternak, “ urainya.

Ia menyebut, SORINFER dengan kandungan bahan kering 53-55 persen, mengandung protein kasar 12-14 persen, TDN 58-60 persen, NDF 49-53 persen, ADF 26-32 persen, energi kotor 3900-4300 Kilo Kalori/kilogram.

Dengan komposisi tersebut, ia yakin cukup untuk memenuhi kebutuhan pakan domba, kambing dan sapi.

Selain itu SORINFER hadir sebagai pakan lengkap yang siap saji yang dapat juga digunakan pada saat paceklik hijauan pada musim kemarau, sehingga beternak menjadi lebih praktis, mudah dan menguntungkan karena kandungan nutrisi pada produk ini dirancang sesuai dengan kebutuhan ternak.

Menurutnya SORINFER juga banyak diminati peternak dalam kondisi merebaknya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), karena dapat mencegah penularan dan berjangkitnya penyakit tersebut.

Karakteristik SORINFER yang asam dengan pH 3.8-4.0 dan mengandung asam asetat 1-2 persen dapat menyebabkan virus PMK inaktif.

Lebih lanjut dikatakannya, penggunaan SORINFER dalam ransum bisa mencapai 5 persen dari bobot badan ternak.

Hasil kajian di peternak pemberian SORINFER untuk sapi PO bisa mendapatkan pertambahan bobot badan (PBB) rata-rata 0.8 kilogram/hari, dan mampu memulihkan bobot badan sapi lebih cepat dengan PBB mencapai 1.0 kilogram/hari pada sapi yang baru mengalami transportasi.

Ia menambahkan, berdasarkan testimoni di lapangan, SORINFER disukai ternak.

"Sebagian besar ternak yang memulai mengkonsumsi SORINFER akan langsung memakannya. Hal ini disebabkan oleh aroma SORINFER yang wangi seperti aroma tape dan tekstur yang mewakili pakan hijauan berkualitas tinggi perpaduan sorgum dan Indigofera yang dipanen pada waktu yang tepat, sehingga disukai oleh ternak dan memiliki komposisi nutrien serta keseimbangan energi-proteinnya ideal, " tuturnya.

Dengan kondisi tersebut, sebutnya, peternak tidak perlu repot-repot untuk mengarit atau mencari hijauan pakan, karena produk ini dapat disimpan hingga satu tahun selama plastik kemasannya tidak bocor, sehingga saat musim kemarau pun akan tetap tersedia bagi ternak.

"Kemasan SORINFER terdiri dari dua jenis, yaitu menggunakan kantong ganda dengan bagian dalam (inner) kedap udara dan air, dan kantong bagian luar yang melindungi kantong bagian dalam, " jelasnya.

Ia menyampaikan bahwa pada tahun 2020 tim Peneliti IPB University bekerjasama dengan BATAN, PT Santana Manggala Karya dan PT Nufeed telah memulai kegiatan pembuatan lini produksi SORINFER melalui pendanaan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved