Libur Sekolah, Puncak Bogor Ramai Dikunjungi Wisatawan, Ojek Pangkalan Beberkan Kisah Masa Lalu

Arus lalu lintas di kawasan Puncak Bogor mengalami kemacetan cukup parah bertepatan dengan hari libur sekolah.

TribunnewsBogor.com/Siti Fauziah Alpitasari
Kemacetan lalin di Kawasan Puncak Bogor kemarin, Minggu (3/7/2022). 

Laporan Wartawan Tribunnewsbogor.com, Siti Fauziah Alpitasari

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CISARUA - Ribuan kendaraan memadati jalur Kawasan Puncak Bogor, Minggu (3/7/2022), kemarin.

Padatnya arus lalu lintas di kawasan Puncak Bogor tak terlepas dari hari libur sekolah.

Pantauan TribunnewsBogor.com, kepadatan di area tersebut didominasi oleh kendaraan pribadi (beroda empat) maupun umum (bus), serta kendaraan roda dua.

KBO Lantas Polres Bogor Iptu Ketut Lasswarjana membenarkan adanya pentingkan arus lalu lintas di kawasan Puncak Bogor.

“Dibandingkan dengan hari yang kemarin memang ada peningkatan arus yang menuju ke puncak mengingat hari liburan anak sekolah dari hari seminggu lalu, kita hanya main CB penggal di Megamendung, pasar kalau ada kepadatan kita hanya prioritas disekitar itu,” kata Iptu Ketut Lasswarjana.

Iptu Ketut Lasswarjana pun menambahkan, pada Minggu pagi sudah diberlakukannya sistem ganjil genap (gage).

“Pukul 11.30 WIB (kemarin), kita full main oneway dari gadog sampai dengan perbatasan,” bebernya.

Curhatan ojek pangkalan

Sementara itu, meski kawasan Puncak Bogor ramai dikunjungi wisatawan, tukang ojek pangkalan justru mengeluhkan kondisi yang terjadi.

Tukang ojek pangkalan Cisarua, Turi bahkan membeberkan kisah masa lalu.

“Memang kalau liburan pasti macet, kalau dulu ojek online motor atau mobil itu dihadang karena kan kasian para angkot dan kita ojek pangkalan, cuman makin ke sini ya udah sama-sama cari uang,” tutur Turi.

Dengan kondisi yang terjadi saat ini, Turi merasa kasihan dengan nasib sopir angkutan umum.

"Kasihan lihat angkot pada kosong, kalau dulu lagi liburan pasti ramai. Sekarang beralih ke online semua," jelasnya.

“Sekarang gini kita dari pasar Cisarua ke Gadog aja Rp 40 ribu, online cuman Rp 25 ribu, pada beralih cuman kalau saya tetap prinsip tidak ingin pindah ke online,” tambahnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved