Trik Baru PSK di Puncak Beda dari Zaman Dulu, Kini Punya Kode Khusus Gaet Pelanggan : Stay di Kosan

Tak mati dimakan zaman, praktek prostitusi di kawasan Puncak terus menjamur kendati beberapa kali dibubarkan.

Penulis: khairunnisa | Editor: Damanhuri
kolase TribunnewsBogor
Seorang PSK di Puncak bernama samaran Anggrek menceritakan perbedaan dunia prostitusi di Bogor dulu dan sekarang. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Anggrek, bukan nama sebenarnya, mengurai cerita kehidupannya yang berkecimpung di dunia prostitusi.

Wanita cantik berusia 22 tahun itu tak menampik pekerjaannya yang merupakan seorang PSK di Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Menjajakan tubuh demi meraup pundi-pundi rupiah, Anggrek mengurai triknya saat menggaet pria hidung belang.

Kepada TribunnewsBogor.com , Anggrek bercerita bahwa dunia prostitusi dulu dan sekarang sangat berbeda.

Berkat kemajuan teknologi, Anggrek yang telah berpengalaman menjadi PSK di Puncak mengaku jadi lebih mudah mendapatkan pelanggan.

Tak hanya itu, Anggrek juga menyebut kemudahan teknologi membuatnya mendapat banyak keuntungan.

Untuk diketahui, praktik protistusi di kawasan Puncak terbilang sangat terkenal di kalangan masyarakat.

Baca juga: Tempat Lokalisasi Sepi, PSK di Puncak Kini Jajakan Diri Melalui MiChat, Layani Pelanggan di Kosan

Para PSK kawasan Puncak Bogor ini kebanyakan berasal dari PSK berusia remaja, hingga PSK Timur Tengah.

Tak sedikit sejumlah pria hidung belang menjajakan nafsu birahinya ke para PSK Kawasan Puncak Bogor.

Menjamurnya hotel dan villa Kawasan Puncak itu membuat para PSK leluasa layani pria- pria hidung belang.

Demi kebutuhan hidup sehari-harinya, jasa para PSK Kawasan Puncak itu pun meraup keuntungan banyak.

Pada era tahun 90-an, sebuah lokalisasi PSK Gang Semen, kawasan Cibogo, Megamendung, ini menjadi tenar.

Foto seksi PSK Puncak untuk memikat pelanggannya.
Foto seksi PSK Puncak untuk memikat pelanggannya. (istimewa)

Beda Praktek Prostitusi Dulu dan Sekarang

Tak mati dimakan zaman, praktek prostitusi di kawasan Puncak terus menjamur kendati beberapa kali dibubarkan.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved