IPB University

Masih Sering Keliru, Pakar IPB University Jelaskan Perbedaan Kambing dan Domba

Muhamad Baihaqi, SPt, MSc, Dosen IPB University dari Fakultas Peternakan menjelaskan perbedaan kambing dan domba.

Editor: Tsaniyah Faidah
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Ilustrasi - Pakar IPB University jelaskan perbedaan kambing dan domba yang masih kerap salah persepsi di masyarakat. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Perlu diketahui bersama bahwa di Indonesia, kadang sebagian orang masih sering keliru menyebut domba dengan kambing.

Contohnya pada masa Idul Adha, masyarakat sering menyebut akan sembelih kambing, padahal yang akan disembelih adalah domba.

Media massa juga kadang masih keliru memilih foto antara domba dan kambing dalam suatu berita.

Sering ditemui juga bahwa restoran yang menyediakan sate kambing ternyata dari daging domba.

Bahkan hampir dipastikan bahwa hampir semua restoran sate tersebut menggunakan daging domba.

Muhamad Baihaqi, SPt, MSc, Dosen IPB University dari Fakultas Peternakan mengatakan terdapat dua hoax yang masih beredar di masyarakat.

Pertama adalah perbedaan kambing dan domba yang sering keliru dan anggapan daging kambing dan domba berkolesterol tinggi.

“Padahal di negara barat seperti Eropa dan Amerika, daging kambing disebut sebagai ‘the healthiest red meat’. Kandungan kolesterolnya jauh lebih rendah dibanding jenis daging lainnya seperti sapi dan ayam, namun proteinnya tinggi,” ujarnya.

Selain itu, imbuhnya, kandungan asam lemaknya jauh lebih rendah dan kadar proteinnya masih tinggi.

Daging kambing dan domba juga lebih mudah dicerna dan diserap oleh tubuh dibanding protein nabati.

Bahkan, di rumah sakit luar negeri disarankan diet bagi penderita jantung untuk mengkonsumsi daging kambing. Protein dari daging kambing dan domba dapat diserap oleh tubuh hingga 90 persen.

“Keunggulan lainnya adalah kandungan antioksidan yang jarang diungkap oleh para dokter, yang justru menyarankan untuk menjauhi konsumsi daging kambing. Daging kambing memiliki kandungan bioaktif dan asam amino esensial yang baik untuk meningkatkan sistem imun tubuh,” tambahnya.

Menurutnya, munculnya opini bahwa daging tinggi kolesterol sebenarnya diakibatkan dari pola masak yang kurang tepat.

Pengolahan daging kambing biasanya diolah dengan tinggi lemak dan jeroan daripada porsi daging utuhnya. Selama porsinya sesuai dan pengolahannya tepat, daging kambing memang sehat bagi tubuh.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved