Geliat PSK di Puncak

PSK di Puncak Ungkap Beda Tarif Pelanggan Asal Timur Tengah dan Lokal, Harganya Selisih Ratusan Ribu

Flower menuturkan, saat ini jasa dirinya pun diawasi oleh biong atau mafia yang sudah menjadi pegangan dirinya saat menerima tamu.

kolase TribunnewsBogor.com
Cerita eksklusif PSK di Puncak mengungkap tarif hingga ketakutannya soal penyakit kelamin. Seorang PSK di Puncak menceritakan pengalamannya selama menjadi kupu-kupu malam. 

Laporan Wartawan Tribunnewsbogor.com, Siti Fauziah Alpitasari

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CISARUA - Seorang pekerja seks komersil (PSK) yang biasa beroperasi di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor menceritakan keluh kesahnya.

Hal itu terkait dengan tarif dan identitas para pelanggannya.

Pria hidung belang yang memesan Pekerja Seks Komersil atau PSK di Puncak, Kabupaten Bogor, rupanya bukan hanya orang lokal saja.

Namun, ada pula pria hidung belang asal Timur Tengah yang juga turut menjadi pelanggan PSK di Puncak Bogor ini.

Bahkan pria hidung belang asal Timur Tengah ini diklaim menjadi pelanggan PSK yang paling mendominasi.

TribunnewsBogor.com berkesempatan bertemu langsung dan berbincang dengan PSK di Puncak Bogor.

Ya sebut saja Flower, wanita berusia 21 tahun asal Tangerang ini menjadi PSK di Puncak Bogor.

Ia membenarkan bahwa kebanyakan pelanggannya merupakan pria hidung belang asal Timur Tengah.

Flower menuturkan, pelanggan asal Timur Tengah sudah dipatok tarif untuk memesan dirinya.

“Tarif harga luar atau Timur Tengah itu kalau saya dipatok Rp 700 ribu per malam, kalau orang biasa bisa nego Rp 300 ribuan,” tutur PSK puncak sebut saja Flower kepada TribunnewsBogor.com dini hari, Rabu (6/7/2022).

Namun sayangnya, kata Flower, sejak pandemi hingga pelonggaran PPKM saat ini, para pelanggan Timur Tengah belum tampak berdatangan.

Baca juga: Tergiur Tarif Fantastis Jadi PSK di Puncak, Wanita Ini Tak Takut Kena Penyakit : Bibi Aku Kan Dokter

“Kebanyakan pelanggan dari Timur Tengah, tapi sekarang gak ada, sepi,” kata Flower.

Flower menuturkan, saat ini jasa dirinya pun diawasi oleh biong atau mafia yang sudah menjadi pegangan dirinya saat menerima tamu.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved