Viral Mobil Wisatawan Bolong Digigit Singa Ngamuk di Taman Safari Bogor, Pengelola Angkat Bicara

Seekor singa di Taman Safari Indonesia, Kabupaten Bogor dikabarkan mengamuk dan merusak mobil wisatawan.

tangkapan layar TikTok
Viral video singa ngamuk di Taman Safari Indonesia buat mobil wisatawan bolong, Sabtu (2/7/2022). 

Laporan Wartawan Tribunnewsbogor.com, Siti Fauziah Alpitasari

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CISARUA - Jagat maya gempar dengan adanya kabar sebuah mobil wisatawan digigit singa yang mengamuk di Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor.

Aksi singa mengamuk itu viral di media sosial Tiktok.

Dalam video yang beredar, wisatawan di dalam mobil tersebut tampak panik saat seekor singa mengamuk menggigit bagian belakang mobil wisatawan hingga meninggalkan bekas di body kendaraan.

Video tiktok yang viral tersebut diunggah akun @syasyaanisa98 pada Sabtu (2/7/2022).

Pemilik akun tersebut membagikan video dengan keterangan ‘ Singa ngamuk gigit belakang mobil sampai bolong’.

General Manager Taman Safari Indonesia Bogor, Emerlado Parengkuan pun menanggapi hal tersebut.

“Karena di tiktok itu tidak terlihat jelas kendaraannya dan no polisinya apa sehingga kami tidak bisa memastikan apakah ada kejadian yang dilaporkan ke kami. Kami musti melihat di catatan kami ada kejadian dengan no polisi itu,” tutur Emerlado Parengkuan saat dikonfirmasi TribunnewsBogor.com, Jumat (8/7/2022).

Emerlado Parengkuan menambahkan bahwa seekor singa tersebut bukan mengamuk melainkan sifat alami singa.

“Tetapi itu lebih ke sifat alami singa yang ingin tau suatu benda dan terkadang ingin bermain dengan benda,” ucap Emerlado Parengkuan.

Di Taman Safari kata Emerlado Parengkuan, memang satwa di biarkan bersatu dengan alam seperti di habitatnya.

Sama pula seperti di lembaga konservasi satwa yang ada di Afrika, di mana satwa dilepas dan pengunjung dapaf melihat dan berjumpa dengan satwa yang ada.

“Sebenarnya satwa liar di Tamansafari sudah terbiasa melihat manusia dan kendaraan yang berseliweran, namun di kawasan satwa karnivora kami melarang pengunjung untuk menghentikan kendaraannya,” terangnya.

Lanjut Emerlado Parengkuan, kami menempatkan petugas yang standby di lokasi untuk mengingatkan pengunjung agar tidak berhenti kendaraannya dan agar terus berjalan.

“Kadang pengunjung berhenti untuk mengabadikan foto dan lain-lain, di saat kendaraan berhenti, bisa saja singa yang lewat mendekati karena rasa ingin taunya dan mencium ban atau bagian kendaraan. Seperti halnya peliharaan kucing dirumah jika diberikan benda, kadang dicium dan digigit untuk bermain,” bebernya.

Emerlado Parengkuan pun menganjurkan ketika masuk kawasan hewan karnivora khususnya di Taman Safari Indonesia, kendaraan diharapkan tidak berhenti akan tetapi harus terus berjalan.

“Walaupun itu adalah resiko sendiri untuk berwisata dengan pengalaman langsung berjumpa dengan satwa liar. Namun kami juga bekerjasama dengan asuransi Jasaraharja Putera untuk membantu bilamana terjadi hal seperti ini. Sebenarnya kami juga menyediakan bis bagi pengunjung yang ingin masuk melihat satwa jika tidak ingin menggunakan kendaraannya,” tandasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved