Bongkar Kondisi Jasad Brigadir J Usai Ditembak, Keluarga Heran Lihat Keanehan di Jari & Gigi Korban
Tudingan Brigadir J melakukan pelecehan seksual terhadap istri Irjen Ferdy Sambo segera dibantah keluarga.
Penulis: khairunnisa | Editor: Damanhuri
Kombes Pol Budhi Herdi Susianto menjelaskan keterangan dari ahli forensik dibutuhkan untuk mendukung temuan-temuan di tempat kejadian perkara (TKP).
"(Keterangan ahli forensik) guna mendukung fakta-fakta yang kami temukan di TKP," imbuh Kombes Pol Budhi Herdi Susianto.

Rumah Keluarga Brigadir J Dikepung Polisi
Belum habis kedukaan di hatinya, keluarga Brigadir J kembali terkejut saat didatangi polisi.
Rohani Simanjuntak menyebut rumah keluarga Brigadir J pada Senin (11/7/2022) malam tiba-tba didatangi polisi.
Dalam ceritanya, Rohani menyebut keluarga Brigadir J bak disekap oleh polisi yang datang.
"Tadi malam, sekitar jam 8 malam, orang dari Mabes datang ke rumah. Kami kayak disekap. Rumah itu ditutup semua hordeng. Aku marah sama orang itu 'Pak, kalau bertamu, tolong sopan'," ungkap Rohani Simanjuntak.
"Kami selaku orangtua yang baru kehilangan anak, kami masih syok, ada lagi yang (dari Mabes), langsung diginikan tangannya (bilang) 'jangan main HP, jangan ada yang ambil video'. Anak saya bilang 'kenapa kau ngatur, HP kami kok'. Jadi sekarang HP kami tidak bisa kami gunakan, sudah disadap semua, kami enggak bisa komunikasi sama siapapun," sambungnya.
Baca juga: Tidak Lazim Kata Pakar Psikologi Forensik Soroti Kematian Brigadir J, Fakta soal CCTV TKP Terkuak
Cerita yang diurai keluarga Brigadir J soal dugaan penyekapan pada Senin (11/7/20220) malam oleh Mabes Polri itu segera dijawab tim Polres Muarojambi.
Kapolres Muarojambi, AKBP Yuyan Priatmaja mengklarifikasi kedatangan personel polisi ke rumah orangtua Brigadir J di perumahan guru di Desa Suka Makmur, Kecamatan Sungaibahar, Kabupaten Muarojambi, Senin (11/7/2022).
AKBP Yuyan Priatmaja mengatakan, jumlah anggota polisi yang datang tidak sampai 50 personel.

Hal ini berbeda dengan pernyataan keluarga Brigadir J yang menyebut ada ratusan polisi yang datang dan mengepung rumah mereka.
"Karena rumah kecil, yang dari Mabes itu sekitar 10-15 orang, yang masuk dan berbicara dengan keluarga hanya sebagian," kata AKBP Yuyan Priatmaja dilansir TribunnewsBogor.com dari Kompas.com.
Selain dari Mabes Polri, pihak kepolisian dari Jambi menunggu di luar rumah.
AKBP Yuyan Priatmaja juga menyebut bahwa pintu rumah keluarga Brigadir J dibiarkan terbuka.