Nonton Rekaman CCTV Hotel, Korban Pelecehan Syok Lihat Tingkah Motivator JE: Ternyata Gak Cuma Saya

Dalam podcast Denny Sumargo, seorang kakak kelas sekolah SPI, A, awalnya mengira hanya dirinya saja yang menjadi korban pelecehan JE.

Penulis: Uyun | Editor: Damanhuri
Youtube Curhat Bang Denny Sumargo
kakak kelas membongkar rekaman CCTV saat motivator JE lecehkan siswi SPI di kamar hotel 

Kasus yang melibatkan JE tersebut sudah bergulir di Pengadilan Negeri Malang sejak tahun 2021.

Kasus tersebut terkuak setelah mantan siswa bersuara dan melaporkan tindakan asusila pendiri SMA SPI ke Polda Jatim.

Bahkan disebut bahwa korban kekerasan seksual yang dilakukan JE mencapai 40 orang.

Menurut Komnas Pelindungan Anak, kekerasan seksual yang dilakukan JE terjadi sejak tahun 2009 di angkatan pertama sekolah tersebut.

Usai kasusnya terbongkar, Julianto Eka Putra digiring hingga ke pengadilan.

Setelah 19 kali menjalani sidang, JE, tersangka kasus kekerasan seksual di Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) dijebloskan ke Lapas Lowokwaru, Malang, pada Senin (11/7/2022).

motivator JE yang lecehkan siswinya akhirnya dijebloskan ke penjara
motivator JE yang lecehkan siswinya akhirnya dijebloskan ke penjara

JE sebelumnya tak ditahan karena dianggap kooperatif.

Ia kemudian ditahan karena dianggap mengintimidasi keluarga korban.

Total ada sekitar sembilan saksi korban yang mundur saat diminta untuk hadir di persidangan.

Baca juga: Diprotes Gara-gara Sebut Ciumi Anak Kecil Bukan Pelecehan, Kini Polres Gresik Tangkap Pelaku

Berdasarkan laporan Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Kota Batu, pihak JE mengintimidasi para saksi korban dengan iming-iming akan memberi fasilitas tertentu.

"Keluarga saksi korban dihubungi melalui WhatsApp lalu diberi fasilitas tertentu," kata Kepala Kejaksaan Tinggi Jatim, Mia Amiati, kepada wartawan di kantornya, Senin (11/7/2022), dikutip dari Kompas.com.

Akibatnya, ada beberapa orangtua saksi korban memilih tidak menghadirkan putrinya ke persidangan untuk bersaksi.

Ilustrasi pelecehan seksual
Ilustrasi pelecehan seksual yang dilakukan motivator JE (Trubun Lampung/Dody Kurniawan)

Atas dasar itulah, pada April 2022, jaksa berkirim surat permohonan kepada majelis hakim agar terdakwa ditahan.

"Namun, permohonan ditolak karena terdakwa dianggap kooperatif," jelas Mia.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved