Jembatan Gantung di Rumpin Bogor Horor, Kades Kertajaya Langsung Merespon Ketakutan Warga

Kepala Desa Kertajaya Rudi Jaya menegaskan akan mengajukan perbaikan terhadap jembatan penghubung kecamatan Parungpanjang - Rumpin, Kabupaten Bogor.

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Yudistira Wanne
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Sebuah jembatan gantung atau rawayan penghubung wilayah Kecamatan Rumpin dan Parungpanjang, Kabupaten Bogor bakal diajukan perbaikan oleh Pemerintah Desa. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, RUMPIN - Jembatan penghubung Kecamatan Rumpin dan Parungpanjang kondisinya mengkhawatirkan akibat termakan usia.

Kepala Desa Kertajaya Rudi Jaya mengakui bahwa jembatan tersebut memang sudah mulai rapuh karena sudah tua.

"Kita akan usulkan di tahun ini. Agar bisa direalisasi secepatnya," kata Rudi Jaya kepada wartawan, Rabu (13/7/2022).

Sejak dibangun pemerintah beberapa tahun lalu, jembatan tersebut kata dia memang masih belum menjalani perbaikan.

"Jembatan itu dibangun tahun 2014," kata Rudi Jaya.

Pantauan TribunnewsBogor.com, Rabu (13/7/2022), rawayan yang terbuat dari material metal ini terlihat sudah cukup berkarat.

Beberapa bagian seperti pembatas samping, alas jembatan, siku-siku bawah jembatan dan yang lainnya mulai berlubang dan patah karena sudah berumur hampir 10 tahun.

Saat dilintasi pejalan kaki atau kendaraan roda dua, jembatan ini cukup mudah bergoyang dengan goyangan cukup kuat, baik bergoyang atas bawah maupun bergoyang ke samping kanan kiri.

Meski begitu, jembatan yang dibangun pemerintah Kabupaten Bogor ini sampai sekarang masih digunakan oleh warga untuk melintas seperti untuk pergi ke masjid, belanja dan yang lainnya.

Namun untuk pengendara motor, tidak semua warga berani melintasi jembatan gantung ini.

"Ada yang bawa motor gak berani lewat, minta tolong dibantuin sama yang berani, tapi kebanyakan perempuan," kata Saepudin, salah satu warga setempat kepada TribunnewsBogor.com, Rabu (13/7/2022).

Beberapa pengendara bahkan pernah terjatuh karena licin dan goyangan jembatan yang begitu kuat, namun tak sampai terjatuh ke sungai di bawahnya.

Saepudin menjelaskan bahwa dulunya jembatan ini beralaskan kayu, namun karena sudah rusak kemudian alasnya diganti dengan lempengan besi dari hasil swadaya masyarakat.

Tidak hanya itu, karena goyangannya tinggi serta sudah termakan usia, beberapa bagian dari jembatan gantung ini pun mulai sering patah dan lepas.

"Ada sebulan sekali ngelas, diperbaiki, pokoknya dua bulan sekali paling telat. Karena ada aja yang lepas. Soalnya ini jembatannya goyang banget. Kita gotong royong memperbaikinya," katanya.

Warga berharap jembatan tersebut bisa direnovasi dengan menggunakan material baru yang lebih kuat agar yang masyarakat yang melintas tak lagi merasa ngeri saat melintas.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved