Info Kesehatan

Gejala Keracunan Merkuri pada Kulit Wajah, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya, Stop Krim Abal-abal !

Meski seharusnya digunakan untuk medis, namun krim kecantikan yang mengandung merkuri kini cukup banyak ditemukan.

Editor: Yuyun Hikmatul Uyun
myphamsakura.vn
ilustrasi - penggunaan krim wajah abal-abal bisa sebabkan keracunan merkuri 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Simak gejala keracunan merkuri akibat penggunakan krim abal-abal.

Tak hanya itu, simak juga penyebab, serta cara untuk mengatasi gejala keracunan merkuri pada wajah.

Merkuri adalah zat alami yang ada di bumi, tapi juga diproduksi di berbagai keperluan industri, medis.

Meski seharusnya digunakan untuk medis, namun krim kecantikan yang mengandung merkuri kini cukup banyak ditemukan.

Ancaman utama bagi kesehatan manusia dari keracunan merkuri yakni dari menghirup merkuri sebagai uap.

Mencegah atau meminimalkan paparan merkuri di lingkungan adalah cara terbaik untuk mengurangi risiko keracunan merkuri.

Keracunan merkuri mengacu pada toksisitas dari konsumsi merkuri.

Anda dapat membantu mencegah toksisitas dengan membatasi paparan terhadap logam yang berpotensi berbahaya ini.

Lantas, apa gejala keracunan merkuri?

Baca juga: Sosok Siska Khair yang Dipolisikan Kevin Hillers, Dokter Kecantikan Top Langganan Kareena Kapoor

Dilansir healthline, terlalu banyak merkuri dapat menyebabkan:

1. Kecemasan

2. Depresi

3. Sifat cepat marah

4. Masalah memori

5. Mati rasa

6. Rasa malu patologis

7. Getaran

Keracunan merkuri biasanya menumpuk dari waktu ke waktu.

Namun, timbulnya gejala-gejala ini secara tiba-tiba bisa menjadi tanda toksisitas akut.

ilustrasi
ilustrasi keracunan merkuri akibat pakai krim wajah abal-abal (tribunnews.com)

Sementara itu, orang dewasa dengan keracunan merkuri tingkat lanjut mungkin mengalami:

1. Kesulitan mendengar dan berbicara

2. Kurang koordinasi

3. Kelemahan otot

4. Kehilangan saraf di tangan dan wajah

5. Kesulitan berjalan

6. Perubahan penglihatan

Lalu, keracunan merkuri juga dapat mengganggu perkembangan janin dan anak usia dini.

Bayi dan anak kecil yang terpapar merkuri tingkat tinggi mungkin mengalami keterlambatan dalam:

1. Pengartian

2. Keterampilan motorik halus

3. Perkembangan bicara dan bahasa

4. Kesadaran visual-spasial

Penyebab Keracunan Merkuri

Keracunan metilmerkuri (merkuri organik) sebagian besar terkait dengan makan makanan laut, terutama ikan.

Toksisitas dari ikan memiliki dua penyebab, yakni:

1. Makan beberapa jenis ikan yang mengandung merkuri

2. Terlalu banyak makan ikan

Baca juga: Bahaya Merkuri bagi Kesehatan, Simak Tips Hindari Beli Kosmetik yang Mengandung Merkuri

Sebagai informasi, ikan mendapatkan merkuri dari air yang mereka tinggali.

Semua jenis ikan mengandung sejumlah merkuri.

Jenis ikan yang lebih besar dapat memiliki jumlah merkuri yang lebih tinggi, karena mereka memangsa ikan lain yang juga memiliki merkuri.

Tuna mata besar, marlin, dan king mackerel mengandung kadar merkuri yang tinggi.

Pengobatan Keracunan Merkuri

Cara terbaik untuk mengobati keracunan merkuri adalah dengan menghentikan paparan logam tersebut.

Jika Anda banyak makan seafood yang mengandung merkuri, segera hentikan.

Agen chelating adalah obat yang menghilangkan logam dari organ Anda dan membantu tubuh membuangnya.

Dalam jangka panjang, Anda mungkin memerlukan perawatan lanjutan untuk mengelola efek keracunan merkuri, seperti efek neurologis.

Dikutip dari betterhealth, jika keracunan merkuri dicurigai pada orang yang sakit kritis, dokter kemungkinan besar akan merawat Anda dengan terapi khelasi.

Hal tersebut untuk semua bentuk merkuri yang menyebabkan keracunan.

Khelasi terdiri dari senyawa yang masuk ke aliran darah dan mengikat merkuri, sehingga dapat dihilangkan oleh tubuh.

(Tribunnews.com/Nuryanti)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Gejala Keracunan Merkuri, Lengkap dengan Penyebab dan Cara Mengatasi Keracunan Merkuri
Penulis: Nuryanti
Editor: Miftah

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved